
Persiapan Pemkot Surabaya Menghadapi Musim Hujan 2025/2026
BMKG Jawa Timur telah memprediksi bahwa awal musim hujan 2025/2026 akan terjadi serentak di seluruh kecamatan di Kota Surabaya pada November 2025. Dengan prediksi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mempersiapkan berbagai langkah pencegahan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir yang sering terjadi saat musim hujan tiba.
Upaya Pemeliharaan Infrastruktur Drainase
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan berbagai kegiatan normalisasi saluran serta pemeliharaan infrastruktur vital. Ia menyatakan bahwa pengelolaan drainase dilakukan secara maksimal, dengan fokus utama pada normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur.
"Kami sangat memperhatikan peningkatan kesiapan infrastruktur dan normalisasi ini karena penting untuk meminimalkan potensi banjir dan genangan," ujar Windo dalam pernyataannya pada Minggu (26/10). Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya fokus pada upaya pencegahan sejak dini menjelang musim hujan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Untuk mencapai tujuan tersebut, DSDABM bekerja sama dengan berbagai instansi lintas sektor, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jatim. Hal ini dilakukan karena banyak saluran utama di Surabaya saling terhubung dan memerlukan koordinasi yang baik.
Windo menegaskan bahwa pengerjaan fisik, termasuk normalisasi saluran, dilakukan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan genangan segera. "Fokus kami adalah mengembalikan kapasitas daya tampung air di saluran. Setelah normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimal," tambahnya.
Prioritas Saluran Strategis
Meskipun kebutuhan alat berat menjadi tantangan, DSDABM tetap memprioritaskan saluran strategis, baik saluran primer maupun sekunder. Beberapa saluran yang menjadi prioritas antara lain Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.
Evaluasi Infrastruktur Penunjang
Selain itu, kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) DSDABM telah menjalankan evaluasi dan identifikasi menyeluruh terhadap kinerja rumah pompa dan bozem. "Kami pastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik," tutup Windo.
Komentar
Kirim Komentar