
Apa Itu Sourdough?
Sourdough adalah salah satu jenis roti yang kini tengah populer di masyarakat. Roti ini semakin dikenal terutama di kalangan muda karena seringkali muncul di etalase atau menu-menu toko roti dan cafe kekinian. Tak hanya di toko, di media sosial ramai para influencer atau baker yang membagikan resep dan tips membuat roti unik ini.
Roti ini populer di masyarakat karena rasanya yang unik dan nikmat. Tak hanya itu saja, sourdough juga memiliki beragam manfaat dan kandungan nutrisi dibandingkan dengan roti biasa. Proses pembuatannya yang alami membuat sourdough lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Sourdough merupakan salah satu jenis roti yang dihasilkan melalui proses fermentasi alami dengan memanfaatkan bakteri asam laktat dan ragi liar untuk mengembangkan adonan. Bakteri asam laktat ini dihasilkan dari campuran tepung dan juga air.
Proses fermentasi ini yang membuat adonan sourdough mengembang secara alami, sehingga menghasilkan roti dengan tekstur kenyal dan berongga, rasa yang khas dan unik, serta lebih sehat dan bergizi. Jika dibandingkan dengan roti biasa, pembuatan sourdough lebih memakan waktu. Meskipun demikian, proses fermentasi sourdough membuat roti ini menjadi tidak mudah basi dan mengandung banyak nutrisi. Sourdough umumnya lebih rendah gluten serta mempunyai nilai indeks glikemik yang lebih rendah.
Manfaat Sourdough
Sourdough dibuat menggunakan ragi alami, berbeda dengan roti biasa yang menggunakan ragi modern. Hal inilah yang membuat sourdough mengandung lebih banyak manfaat jika dibandingkan dengan roti biasa.
Lebih Bernutrisi
Starter dari sourdough yang menggunakan gandum utuh memiliki kandungan mineral seperti potasium, fosfat, magnesium, serta zinc yang baik bagi tubuh. Selain itu, kandungan asam laktat dalam sourdough dapat membantu menurunkan kadar asam filat pada roti.
Asam filat atau phytic acid pada roti gandum bersifat antinutrisi yang berarti bisa mengikat mineral serta mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerapnya. Bakteri asam laktat juga mampu melepaskan senyawa antioksidan dan meningkatkan kadar folat (B9) saat proses fermentasi berlangsung.
Lebih Mudah Dicerna
Saat proses fermentasi, ragi liar dan bakteri asam laktat memecah sebagian gluten pada tepung, hal inilah yang membuat kandungan gluten pada sourdough lebih rendah sehingga lebih mudah untuk dicerna. Terutama bagi orang dengan intoleransi gluten, atau penderita masalah pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS).
Sourdough juga mengandung prebiotik dan senyawa seperti probiotik di dalamnya. Prebiotik adalah serat yang tidak dicerna sehingga menjadi makanan baik bagi bakteri baik di usus. Sedangkan probiotik merupakan bakteri baik yang biasa dijumpai dalam makanan sehat atau suplemen.
Bantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
Proses fermentasi meningkatkan kandungan prebiotik pada sourdough. Prebiotik mampu meningkatkan jumlah bakteri baik pada usus, sehingga kesehatan pencernaan lebih terjaga. Kandungan serat pada sourdough juga turut membantu melancarkan proses pencernaan.
Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Beberapa penelitian meyakini bahwa saat proses fermentasi, indeks glikemiks (IG) berkurang sehingga sourdough bisa membantu mengontrol kadar gula darah. Tak hanya itu saja, dibanding jenis roti lainnya, sourdough diklaim cenderung menghasilkan kadar gula darah dan insulin yang lebih rendah.
Bantu Menurunkan dan Mengontrol Berat Badan
Dalam proses menurunkan berat badan, salah satu zat gizi yang berperan penting adalah serat. Hal ini dikarenakan makanan dengan kandungan serat yang tinggi cenderung membuat seseorang kenyang lebih lama.
Dasar tepung pada sourdough memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu, karena hal inilah, sourdough dapat menjadi salah satu pilihan makanan saat kamu tengah menurunkan berat badan.
Tips Memilih dan Menyajikan Sourdough
Sourdough dapat menjadi alternatif roti sehat dalam daftar menu harian kamu. Kamu bisa dengan mudah menemukannya di toko roti atau membuatnya sendiri di rumah dengan mengikuti resep yang ada di internet maupun media sosial. Jika kamu membuat sendiri, agar lebih sehat dan bergizi, kamu bisa mengkombinasikan dengan wijen, quinoa, flaxseed, biji bunga matahari, kismis, irisan kurma, ataupun buah-buahan kering.
Untuk menikmatinya kamu bisa menyajikan dengan berbagai pilihan topping yang kamu sukai seperti keju, selai, madu, irisan buah, telur, potongan daging ayam, sapi, ataupun ikan. Meskipun dinilai lebih rendah gluten, penderita kondisi medis tertentu seperti penderita intoleransi gluten dan penyakit celiac lebih baik menghindari roti ini karena umumnya sourdough berbahan tepung gandum, barley, atau rye (gandum hitam).
Komentar
Kirim Komentar