Mendekati Pilrek Unram, Majelis Adat Sasak Ajak Damai dan Jadi Teladan

Mendekati Pilrek Unram, Majelis Adat Sasak Ajak Damai dan Jadi Teladan

Mendekati Pilrek Unram, Majelis Adat Sasak Ajak Damai dan Jadi Teladan

Peran dan Harapan Majelis Adat Sasak dalam Pemilihan Rektor Unram

Pengerak Sejarah Agung Majelis Adat Sasak (MAS), Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang dan menjaga agar proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mataram (Unram) berjalan dengan damai, aman, serta bermartabat. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik menjelang Pilrek kampus terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Advertisement

Kami dari MAS berharap pemilihan Rektor Unram dilakukan secara aman dan tenteram, dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku, ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/10/2025). Ia menekankan pentingnya menjaga reputasi Unram sebagai perguruan tinggi yang menjadi simbol keilmuan dan peradaban masyarakat NTB.

Unram bukan hanya sekadar lembaga pendidikan tinggi, melainkan juga simbol dari kebudayaan dan kemajuan masyarakat Nusa Tenggara Barat, tambahnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Unram telah mencatat kemajuan yang signifikan, baik dari sisi prestasi akademik, reputasi nasional, maupun penataan infrastruktur.

Lalu Sajim menyampaikan harapan bahwa Unram dapat menjadi contoh yang baik dalam pemilihan pimpinannya. Kita sebagai warga masyarakat berdoa dan berharap semoga Unram berhasil memilih pimpinannya dengan sebaik-baiknya, ujarnya.

Perlu diketahui, pernyataan tokoh adat ini muncul di tengah derasnya opini publik terkait dinamika Pilrek Unram. Beberapa isu yang muncul antara lain perdebatan di tingkat senat, sanksi etik terhadap salah satu kandidat, hingga persoalan hukum yang menyeret nama pejabat di lingkungan kampus.

Dinamika Pilrek Unram yang Mengemuka

Beberapa isu yang muncul dalam Pilrek Unram mencerminkan kompleksitas proses pemilihan rektor. Salah satu isu yang menonjol adalah perdebatan di tingkat senat universitas. Proses ini sering kali menjadi ajang perdebatan antar kelompok mahasiswa, dosen, dan staf administrasi. Hal ini bisa memicu ketegangan jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang baik dan transparan.

Selain itu, ada laporan tentang sanksi etik yang diberikan kepada salah satu kandidat. Sanksi ini biasanya diberikan apabila terdapat pelanggaran aturan atau prinsip etika dalam proses pemilihan. Namun, penggunaan sanksi etik harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak suasana harmonis dalam proses pilrek.

Masalah hukum juga menjadi topik yang mengemuka. Beberapa pejabat di lingkungan kampus dilaporkan terlibat dalam kasus hukum yang berpotensi mengganggu proses pilrek. Keterlibatan pejabat dalam masalah hukum bisa memengaruhi kredibilitas dan objektivitas proses pemilihan rektor.

Tantangan dan Harapan Bersama

Dengan situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk menjaga kepercayaan dan menjunjung nilai-nilai demokrasi dalam pemilihan rektor. Proses pilrek seharusnya menjadi momen untuk menunjukkan bahwa Unram mampu menjalankan proses pemilihan dengan baik, tanpa intervensi eksternal yang tidak sesuai.

Selain itu, masyarakat dan stakeholder lainnya diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan dukungan terhadap proses pilrek yang berlangsung. Dukungan ini akan membantu menjaga stabilitas dan kinerja Unram sebagai kampus unggulan di NTB.

Harapan besar diarahkan pada terpilihnya rektor yang mampu membawa Unram menuju kualitas pendidikan yang lebih baik, serta memperkuat posisi kampus sebagai pusat ilmu dan peradaban. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, pilrek Unram diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan bermartabat.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar