Membuat Uang dari Sepatu Buatan Tangan

Membuat Uang dari Sepatu Buatan Tangan


Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, banyak pelaku usaha memanfaatkan kebutuhan pribadi sebagai inspirasi untuk mengembangkan bisnis. Hal ini juga dilakukan oleh Nabella Zya Arofa, pendiri merek sepatu kulit bernama Gloeshoes yang berbasis di Malang, Jawa Timur.

Advertisement

Awal mula terbentuknya Gloeshoes bermula dari pengalaman pribadi Bella, sapaan akrab Nabella. Ia merasa kesulitan menemukan sepatu kulit yang sesuai dengan bentuk kaki yang memiliki bunion pada kaki kirinya. Bunion adalah benjolan tulang yang muncul di sisi luar pangkal ibu jari, sehingga membuatnya sulit memilih sepatu yang nyaman dan pas.

Dari situ, muncul ide untuk menciptakan sepatu yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan secara personal. Di Malang sendiri, terdapat banyak perajin sepatu yang belum tersentuh oleh industri modern. Ini menjadi peluang bagi Bella untuk mengembangkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan bernilai tinggi.

Pada Agustus 2019, Bella resmi mendirikan Gloeshoes. Ia mulai dengan produksi terbatas menggunakan sistem made by order. Setiap proses, mulai dari pemilihan bahan hingga finishing, dilakukan secara manual bersama para perajin. Tujuan utamanya adalah menciptakan desain sepatu yang modern namun tetap timeless.

Seiring berjalannya waktu, koleksi Gloeshoes berkembang. Mulai dari woven shoes, mary jane, loafers, heels, hingga sandals. Produksi pun meningkat drastis. Dulu, Bella hanya mampu memproduksi sekitar 20 pasang sepatu per bulan, kini kapasitasnya meningkat menjadi 200250 pasang per bulan.

Bella juga memperluas pasar dengan pemasaran digital. Kini, permintaan dari luar negeri semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa produk sepatu buatan tangan Indonesia mulai dikenal di pasar global.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, Bella dan tim memiliki beberapa agenda strategis. Misalnya, mengikuti pameran nasional, membuka pop-up store di luar negeri, serta meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, Gloeshoes akan meluncurkan koleksi baru yang ramah untuk kaki dengan bunion, guna menjawab kebutuhan pelanggan yang sering kesulitan menemukan sepatu nyaman.

Untuk mendukung rencana tersebut, Bella memperkuat promosi digital melalui media sosial dan marketplace. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dan memperluas jangkauan pasar.

Bella menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 70%80% di tahun depan, baik dari segi omzet maupun jumlah pelanggan. Saat ini, rata-rata omzet Gloeshoes berkisar antara Rp 60 juta hingga Rp 80 juta per bulan.

Selain itu, Gloeshoes ingin menggandakan jumlah pelanggan setia dan mulai menembus pasar ritel offline melalui kolaborasi dengan butik-butik lokal. Untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan bisnis, Bella terus melakukan pelatihan kepada para perajin sekaligus aktif memberikan edukasi tentang merek Gloeshoes kepada pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar