Masih Hangat dengan 2 Gol, Mengapa Kevin Diks Tak Jadi Algojo Lawan Bayern?

Masih Hangat dengan 2 Gol, Mengapa Kevin Diks Tak Jadi Algojo Lawan Bayern?


aiotradeTidak hanya para penggemar di Indonesia, masyarakat Jerman juga ramai mempertanyakan mengapa Kevin Diks tidak dipilih sebagai penendang penalti saat Borussia Moenchengladbach kalah dari Bayern Muenchen?

Advertisement


Seorang bek berdarah Maluku tersebut tidak diberikan kesempatan untuk menjadi algojo saat Borussia Moenchengladbach kalah dalam pertandingan Bundesliga.

Pada lanjutan Bundesliga di Borussia-Park, Sabtu (25/10/2025), Die Fohlen kalah dengan skor 3-0 dari Bayern Muenchen. Ada dua momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan hingga akhirnya berakhir buruk bagi tuan rumah.

Pertama, Gladbach harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-19 setelah Jens Castrop mendapat kartu merah dari wasit. Castrop melakukan tekel keras terhadap Luis Diaz. Kehilangan satu pemain membuat Gladbach lebih rentan dan kebobolan dua gol dalam lima menit babak kedua.

Bayern Muenchen unggul 2-0 melalui gol Joshua Kimmich pada menit ke-64 dan Raphael Guerreiro pada menit ke-69. Di menit ke-75, Gladbach mendapatkan hadiah penalti setelah Diks dijatuhkan oleh Tom Bischof di area terlarang.

Anehnya, bukan Diks yang menjalani tugas itu. Tendangan penalti untuk Gladbach justru diambil oleh Kevin Stoeger, gelandang veteran mereka. Padahal, selain menjadi korban, Diks memiliki rekor yang luar biasa dalam hal eksekusi penalti.

Momen terbaru, bek asal FC Copenhagen tersebut sukses menjadi algojo sempurna saat mencetak dua gol dari titik putih saat melawan Arab Saudi pada 8/10/2025. Sayangnya, dua gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Timnas Indonesia dari kekalahan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meskipun demikian, kemampuan Diks dalam menembak penalti sudah diakui oleh media Jerman. Mantan pemain Fiorentina ini bahkan telah membuktikannya dengan mencetak gol dalam ajang pramusim beberapa waktu lalu.

Bild melaporkan bahwa Diks sebenarnya sudah siap untuk mengambil eksekusi penalti. "Diks sama sekali tidak terkesan dengan sikap Stoeger; dia (Stoeger) hanya mengambil jarak terpendek ke arah bola dan mengambilnya."

"Pemain (kelahiran) Belanda itu memberi isyarat ke bangku cadangan bahwa dia ingin mengambil bola, sama seperti yang selalu dia lakukan di Copenhagen."

"Baru-baru ini, dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia (Indonesia vs Saudi), dia bahkan mencetak dua gol dari titik penalti," tulis media top Jerman.

Sayangnya, bola sudah dihadapi oleh Stoeger. Pilihan yang fatal karena tembakan pemain Austria itu gagal masuk akibat membentur tiang. Momentum Gladbach memperkecil jarak hangus. Lenyap pula kesempatan terbaik tuan rumah untuk bangkit.

Bayern Muenchen akhirnya mengunci kemenangan melalui gol ketiga yang dicetak oleh Lennart Karl di menit ke-80.

Setelah pertandingan, pelatih Eugen Polanski mencoba melindungi Stoeger. Ia beropini bahwa Diks tidak dipilih karena tugas tersebut bisa diemban siapa pun yang merasa percaya diri.

"Tidak ada kesalahan untuk Stoegi (panggilan buat Stoeger), saya menunjuk dia dan Kevin sebagai penendang," kata Polanski.

"Siapa pun yang merasa lebih percaya diri, dia yang harus menendang," ucap sang pelatih interim.

Komentar senada diutarakan direktur olahraga klub, Rouven Schroeder. Ia tidak ingin mengambinghitamkan satu pemain, malah beralasan bahwa ia senang memiliki banyak penembak spesialis dalam tim.

"Saya lebih memilih untuk memiliki banyak penendang penalti daripada tidak ada sama sekali," ujarnya.

"Selain Stoeger dan Diks, Shuto Machino juga ingin menendang."

"Sayang sekali bola tidak masuk, tentu saja, karena (jika masuk) itu akan benar-benar menghidupkan kembali stadion," kata Schroeder.

Bagi Stoeger, kegagalan penalti tersebut melengkapi performanya yang kurang memuaskan sepanjang pertandingan. Pria 32 tahun itu juga dikritik Bild karena bersikap arogan dengan menolak memberikan wawancara di mixed zone selepas pertandingan.

Sementara itu, Castrop, sang 'tersangka' kartu merah, berani mengakui dirinya berkontribusi atas ketidakseimbangan tim.

"Hal itu sangat disayangkan. Saya tidak berencana melakukan tekel mengenainya (Diaz). Saya sangat meminta maaf," ucap pemain timnas Korea Selatan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar