Warga Kampung Gintung Mengungsi Akibat Longsor
Sebanyak 14 keluarga terpaksa mengungsi setelah longsor melanda wilayah Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/10/2025), sekira pukul 16.00 WIB. Rumah-rumah warga yang mengungsi berada di bawah tebing bukit yang longsor. Beruntung, material longsoran tidak sampai menimbun kediaman warga. Hanya sawah yang berada di atas dan bawah bukit yang rusak setelah terseret dan tertimbun guguran tanah.
Imbas dari peristiwa itu, warga memilih mengungsi ke rumah tetangga mereka yang lebih aman. Namun, trauma dan ketakutan masih terasa di hati para warga. Adar (60), salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa ia merasa takut dan trauma setelah kejadian tersebut. "Soak we, trauma (Jadi takut dan trauma)," katanya kepada "PR" saat dikunjungi di rumahnya, Minggu (26/10/2025).
Jika tidak hujan, warga kembali ke rumah masing-masing. Rumah Adar menjadi salah satu tempat tinggal warga yang paling dekat dengan area longsor. Saat "PR" menyambangi rumahnya, Minggu sore, Adar dan keluarganya mulai risau karena cuaca yang mulai mendung dan petir terdengar. Ia bersiap untuk kembali mengungsi ke tetangganya apabila hujan kembali mengguyur. Menurutnya, longsor yang terjadi pada Jumat sore itu terjadi secara tiba-tiba. Pada saat itu, hujan tengah mengguyur kawasan Gintung.
"Langsung ngaborobot (Tanah di tebing itu langsung berguguran)," ujarnya. Adar sempat berteriak mengingatkan seorang warga yang tengah menyadap kawung di bawah tebing itu. Warga tersebut selamat karena anaknya telah datang lebih dulu dan memberitahu agar meninggalkan lokasi tersebut. Menurut Adar, peristiwa itu bukan kali pertama terjadi di Gintung. Pada 2024 lalu, longsor juga terjadi di beberapa titik di kawasan kampung tersebut.
Salah satu titik longsor yang berada agak ke utara dari lokasi sekarang bahkan membuat 10 warga hilang. Dari jumlah tersebut, 8 ditemukan meninggal, sedangkan 2 lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini. Kini, demi keselamatan jiwa, warga memilih mengungsi dan meninggalkan perabotan atau harta benda mereka di rumah.
"Ah diantep we eta nu kararitu, nu penting jiwa (Perabotan/harta benda ditinggalkan saja, yang penting keselamatan jiwa)," tuturnya.
Kekhawatiran juga dirasakan oleh Atin (40 tahun), warga Gintung lainnya. Ia mengaku waswas jika mendengar suara petir. Soalnya, suara petir menjadi penanda hujan bakal melanda Gintung. "Unggal dinten hujan (Saban hari hujan terus)," ucapnya.
Cuaca Buruk Memperparah Situasi Bencana
Cuaca buruk yang melanda wilayah KBB pada Jumat (24/10/2025) juga membuat satu rumah roboh di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang. Sementara di Kampung Sindangsari, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, longsor menggerus jalan sebuah perumahan.
"Kemarin sudah diassesment ke lokasi," kata Camat Padalarang Agus Achmad Setiawan saat dihubungi, Minggu sore.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Asep Sehabudin menyatakan, tanah longsor berjarak sekitar 20 meter dari permukiman warga serta berjarak 200 meter dari lokasi longsor pada 2024. Asep mengutip laporan dari Pemerintah Kecamatan Cipongkor perihal kejadian itu. Sementara laporan Pemerintah Kecamatan Cipongkor juga menyebutkan jumlah warga yang mengungsi mencapai 10 keluarga dan yang terancam 20 keluarga.

Komentar
Kirim Komentar