Kisah Pengguna Mazda CX-5: Kekuatan, Efisiensi, Harga Suku Cadang Tinggi

Kisah Pengguna Mazda CX-5: Kekuatan, Efisiensi, Harga Suku Cadang Tinggi

Advertisement

Mazda CX-5: Pilihan Populer di Kalangan Konsumen Indonesia

Mazda CX-5 telah menjadi salah satu pilihan utama dalam segmen Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia. Desain yang elegan dan khas Mazda membuat mobil ini menarik perhatian banyak pengguna. Salah satu pengguna setia, Armando, berbagi pengalamannya setelah menggunakan Mazda CX-5 Elite tahun 2019 selama 1,5 tahun. Ia menyebutkan sejumlah kelebihan, serta beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan oleh calon pengguna.

Mesin dan Bahan Bakar

Mazda dikenal memiliki mesin yang bertenaga, dan pengalaman Armando sejalan dengan reputasi tersebut. Ia mengungkapkan, "Mesinnya 2.500 cc dengan tenaga sekitar 190 hp, tapi konsumsi BBM-nya masih cukup irit menurut saya, rata-rata bisa 1:10 Km per liter." Tenaga mesin yang responsif ini membuatnya nyaman untuk penggunaan harian serta perjalanan jarak jauh.

Kenyamanan dan Keamanan

Armando juga menekankan betapa nyaman posisi duduk di dalam CX-5. "Posisi duduknya nyaman banget, setirnya enteng, handling-nya juga presisi," jelasnya. Berbagai fitur keselamatan seperti Blind Spot Monitoring, Head-up Display, dan Lane Keeping Assist memberikan tambahan rasa aman selama berkendara.

Tantangan Modifikasi

Namun, di balik berbagai kelebihan yang ditawarkan, Armando menghadapi beberapa tantangan saat melakukan modifikasi pada kendaraan. "Saya sempat ganti projector bawaan ke biled aftermarket. Eh, malah muncul indikator eror di speedometer," keluhnya. Setelah beberapa upaya perbaikan yang gagal di bengkel spesialis lampu, ia terpaksa membawa mobilnya ke bengkel resmi. Sayangnya, solusi yang ditawarkan mengharuskan Armando mengganti satu set headlamp beserta modul dengan biaya mencapai Rp 80 juta.

Kendala Lain yang Ditemui

Armando juga menyebutkan beberapa kendala lain yang dialaminya. Salah satunya adalah masalah pada sistem keyless entry yang terkadang tidak berfungsi dengan baik. "Kadang suka muncul tulisan 'key not found', mobil enggak respons saat saya pencet tombol untuk buka pintu," tuturnya. Ia juga mengalami masalah pada kisi-kisi AC yang patah, yang membutuhkan waktu dua bulan untuk mendapatkan suku cadang resmi dengan harga lebih dari Rp 2 juta.

Kesimpulan

Meski ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, Armando tetap merasa puas dengan Mazda CX-5. "Secara keseluruhan, saya puas dengan Mazda CX-5 yang saya gunakan. Mobil ini menawarkan kenyamanan, tenaga besar, serta fitur lengkap," ungkapnya. Namun, ia menekankan bahwa sistem kelistrikan yang rumit membuat mobil ini kurang ideal bagi mereka yang gemar melakukan modifikasi.

Ringkasan

Plus:
Mesin bertenaga
Handling presisi
* Efisiensi bahan bakar

Minus:
Sistem kelistrikan yang rumit
Biaya suku cadang mahal
* Sensor sering mengalami error

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar