
Sejarah dan Perkenalan Esemka Bima Pikap
Esemka Bima Pikap adalah salah satu model kendaraan yang diperkenalkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada tahun 2019. Model ini menawarkan dua varian, yaitu Bima dengan kapasitas mesin 1.200 cc dan 1.300 cc. Meskipun sering dianggap sebagai mobil langka atau memiliki aktivitas produksi yang tidak terlalu ramai, Esemka Bima Pikap ternyata cukup mudah ditemukan di kota Bandar Lampung dan menjadi pilihan banyak pengusaha kecil.
Pengalaman Pengguna Setia: Azis
Salah satu pengguna setia Esemka Bima Pikap adalah Azis (52), seorang pemilik usaha jual beli ban bekas di Bandar Lampung. Ia telah menggunakan Bima Pikap 1.3 MT keluaran 2021 selama sekitar 2,5 tahun. Dalam pengalamannya, Azis menyebutkan bahwa Esemka Bima Pikap sangat cocok digunakan sebagai kendaraan operasional.
"Saya kan wiraswasta, usahanya jual beli ban bekas. Setiap harinya butuh mobil untuk mengangkut ban-ban ini, mulanya saya sewa sehari Rp 150.000, namun sejak tahu ada Esemka saya tertarik," ujarnya. Proses kepemilikan mobil yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu alasan Azis memilih Esemka sebagai kendaraan operasional.
Sistem kredit yang digunakan oleh Esemka juga dinilai sangat menguntungkan. "Sistem kreditnya itu sewa milik, seharinya Rp 100.000 selama 3 tahun. Setelah lunas, mobil dan BPKB akan berpindah tangan, jadi milik sendiri. Ini sudah seperti menyewa, cicilannya ringan," tambah Azis.
Kelebihan Esemka Bima Pikap
Selama pemakaian, Azis tidak banyak mengalami kendala. Ia menyebutkan bahwa konsumsi bahan bakar mobil ini cukup irit. "Konsumsi BBM-nya saya tak pernah menghitung, tapi setiap isi Rp 100.000 itu bisa sampai 2 hari untuk pulang pergi angkut ban," paparnya.
Selain itu, Azis juga menyoroti kenyamanan suspensi mobil Esemka, yang menggunakan sistem MacPherson di bagian depan dan pegas daun di belakang. "Mobil ini bandel, jarang ada kerusakan. Paling perawatan umum seperti ganti oli tiap 2 bulan Rp 180.000-an dan ganti kampas rem," ujarnya.
Azis menjelaskan bahwa beberapa onderdil Esemka memiliki kesamaan dengan komponen dari mobil lain, seperti Mitsubishi L300, sehingga memudahkan perawatan. Selain itu, Esemka juga menyediakan layanan aftersales yang lebih ramah.
"Konsumen bisa memanggil mekanik untuk melakukan perbaikan di lokasi yang diinginkan. Dan tarifnya itu, mereka tak mematok. Jadi bisa dibilang ongkos kunjungan dan perbaikannya seikhlasnya," ungkap Azis. Dalam beberapa kasus tertentu, mereka bahkan memberikan layanan gratis, terutama pada hari Jumat.
Performa dan Biaya Tambahan
Meski terbuat untuk menggunakan BBM jenis Pertalite, Azis memastikan bahwa performa mobilnya tetap optimal saat mengangkut beban sekitar 1 ton. "Ya kelasnya mirip-mirip Gran Max, untuk daya angkutnya," katanya.
Selain itu, pajak tahunan mobil ditanggung oleh diler, sehingga Azis tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pajak.
Kekurangan Esemka Bima Pikap
Di balik kelebihan yang dimiliki, Esemka Bima Pikap juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya, Azis mengungkapkan bahwa air radiator mobil ini cepat habis dan perlu sering dicek. "Air radiator harus selalu dikontrol untuk mencegah terjadinya overheating. Setiap 2 hari, saya selalu tambah air radiator. Sejauh ini masih aman, tak sampai overheating," ujarnya.
Kekhawatiran juga muncul di benak Azis terkait isu yang beredar bahwa pabrik Esemka akan tutup. "Harapannya kan Esemka ini terus jalan. Saya sebagai konsumen sebetulnya tak begitu memikirkan isu politik orang-orang atas. Yang terpenting, kan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata," tutup Azis.
Kesimpulan
Dari penuturan Azis, dapat disimpulkan bahwa Esemka Bima Pikap menawarkan banyak keunggulan, antara lain kemudahan dalam proses kepemilikan, keandalan, efisiensi bahan bakar, serta kemudahan dalam perawatan. Meskipun ada beberapa kekurangan, seperti pengawasan air radiator dan isu mengenai keberlangsungan pabrik, Esemka Bima Pikap tetap menjadi pilihan menarik bagi pengusaha kecil di Lampung.
Komentar
Kirim Komentar