
aiotrade, BALIKPAPAN Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan kinerja positif dengan total pembiayaan mencapai Rp28,1 triliun per Juli 2025. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Parjiman menyatakan capaian ini ditopang oleh 2,5 juta kontrak dan tingkat Non-Performing Financing (NPF) yang terjaga pada level 2,04%. Pencapaian ini menandai akselerasi signifikan dari posisi sebelumnya yang tercatat 2,2 juta kontrak.
Sejalan dengan itu, penetrasi teknologi finansial turut menunjukkan tren positif, dengan jumlah penerima pinjaman peer-to-peer lending (P2P lending) mencapai 453.000 akun pada Juni 2025 dengan penyaluran dana sebesar Rp1,31 triliun dengan rasio tunggakan di atas 90 hari (TWP90) terkendali di angka 1,94%. "Dengan nominal pinjaman yang diberikan sebesar Rp1.309,9 miliar dan TWP90 sebesar 1,94%," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (26/10/2025).
Di sisi lain, industri asuransi konvensional memperlihatkan resiliensi yang patut diapresiasi. Data per Agustus 2025 menunjukkan total klaim asuransi jiwa mencapai Rp869,5 miliar, sementara asuransi umum membukukan klaim senilai Rp338,7 miliar. Angka tersebut masih berada di bawah total premi yang terhimpun, yakni Rp997,3 miliar untuk asuransi jiwa dan Rp822,1 miliar untuk asuransi umum yang mengindikasikan rasio klaim yang sehat.
Penguatan Literasi Keuangan
Lebih jauh, OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengintensifkan program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Sepanjang kuartal III/2025, sebanyak 87 kegiatan edukasi telah digelar, menjangkau 26.851 peserta di 9 kabupaten/kota Kalimantan Timur dan 4 kabupaten/kota Kalimantan Utara.
Parjiman menyebutkan pendekatan yang diterapkan menggabungkan metode konvensional dan digital, mulai dari seminar, pelatihan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan, webinar, lokakarya, podcast, talkshow radio, hingga diseminasi melalui media sosial dan platform digital lainnya.
"Melalui kegiatan ini, OJK mendorong peningkatan wawasan masyarakat, pelaku industri, akademisi, dan praktisi terkait perkembangan sektor keuangan dan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya literasi dan inklusi keuangan di daerah," sebutnya.
Perlindungan Konsumen
Dalam hal perlindungan konsumen, OJK mencatat telah menangani 2.272 pengaduan dari wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara hingga Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, 2.213 merupakan layanan konsultasi tatap muka (walk-in), sementara 59 pengaduan diproses melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).
Adapun, dia menuturkan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses informasi yang transparan, tetapi juga perlindungan optimal dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan. "Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses informasi dan perlindungan yang optimal di sektor jasa keuangan," pungkasnya.
Penyelenggaraan Kegiatan Edukasi
Selain itu, OJK juga melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memahami dunia keuangan. Beberapa bentuk kegiatan edukasi yang dilakukan antara lain:
- Seminar dan pelatihan yang diselenggarakan secara langsung maupun virtual
- Pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi para Duta Literasi Keuangan
- Webinar dan lokakarya yang menjangkau berbagai kalangan
- Podcast dan talkshow radio yang mudah diakses oleh masyarakat
- Diseminasi informasi melalui media sosial dan platform digital lainnya
Kegiatan-kegiatan ini dirancang agar bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan praktisi keuangan. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran akan pentingnya literasi keuangan, sehingga masyarakat lebih siap dalam menghadapi dinamika pasar dan transaksi finansial.
Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Perkembangan Ekonomi
Dengan adanya program edukasi seperti GENCARKAN, masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara semakin sadar akan pentingnya memahami dasar-dasar keuangan. Hal ini sangat penting mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan yang semakin cepat dan kompleks.
OJK berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat, baik melalui penyediaan informasi yang transparan maupun melalui upaya perlindungan konsumen yang maksimal. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan percaya diri dalam bertransaksi di sektor jasa keuangan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kinerja sektor keuangan di Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dari segi pembiayaan, asuransi, hingga perlindungan konsumen, semua aspek terus dikembangkan untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dukungan dari OJK dalam bentuk edukasi dan perlindungan konsumen menjadi salah satu faktor utama dalam memastikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
Komentar
Kirim Komentar