
Tragedi Bus Terguling di Tol Gandulan, Empat Orang Meninggal Dunia
Perjalanan wisata rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) dari Kota Semarang berubah menjadi tragedi memilukan setelah bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Tol Gandulan, Pemalang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 08.25 WIB.
Empat orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan diduga kuat terjadi akibat bus mengalami rem blong hingga pengemudi kehilangan kendali dan membuat kendaraan terguling di jalur tol.
Rombongan yang berjumlah 34 orang itu sebenarnya sedang menuju destinasi wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah, untuk berlibur bersama. Lenny, salah satu korban selamat, masih sulit melupakan kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Ia mengaku masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh akibat benturan keras.
Baru terasa sakitnya sekarang, ujarnya lirih di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang, saat ditemui usai dirawat. Menurut kesaksiannya, suasana di dalam bus mendadak mencekam sesaat sebelum kecelakaan. Bus melaju kencang di turunan, lalu tiba-tiba oleng dan terguling. Teriakan histeris, suara kaca pecah, dan doa-doa penumpang bercampur jadi satu.
Lenny yang duduk di sisi kiri belakang terdorong ke depan saat bus terbalik. Tangan saya kejepit, di dalam bus sudah kacau. Ada yang berdarah-darah, ada juga yang tidak bergerak, tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Penyebab Kecelakaan Masih Dalam Penyelidikan
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pemalang, AKP Arief Wiranto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya dugaan rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan. Namun, tim penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk memastikan apakah ada kelalaian pengemudi atau kerusakan teknis.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama dua jam. Petugas gabungan dari Satlantas Polres Pemalang, BPBD, PBTR, dan tim SAR bahu-membahu mengevakuasi korban yang terjepit di dalam bangkai bus. Korban luka-luka segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, seperti RSU Siaga Medika, RS Prima Pemalang, dan RSI Al-Ikhlas Taman.
Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian kembali lancar. Dari total 34 penumpang, empat orang meninggal dunia, terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki. Mereka adalah Komsyiah dari Kecamatan Gajahmungkur, Sri Fitriyati, Endah Cipta Ningrum, dan Abdul Ghofur, yang seluruhnya merupakan warga Semarang.
Sementara sopir dan kernet bus dilaporkan selamat, namun pengemudi masih menjalani perawatan intensif di RSU Siaga Medika.
Pengalaman Traumatis Korban Selamat
Lenny, salah satu korban selamat, menggambarkan pengalaman traumatis yang dialaminya. Ia masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh akibat benturan keras. Saat kecelakaan terjadi, ia duduk di sisi kiri belakang bus dan terdorong ke depan saat kendaraan terguling.
Tangan saya kejepit, di dalam bus sudah kacau. Ada yang berdarah-darah, ada juga yang tidak bergerak, tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Ia menyaksikan rekan-rekannya dalam kondisi kritis, dengan darah mengalir dari luka-luka mereka.
Selain Lenny, banyak korban lain yang mengalami cedera serius. Beberapa dari mereka bahkan tidak bisa bergerak setelah kecelakaan terjadi. Para petugas evakuasi bekerja keras untuk menyelamatkan para korban yang terjepit di dalam bus yang rusak parah.
Proses Evakuasi yang Memakan Waktu
Proses evakuasi memakan waktu hingga dua jam. Petugas gabungan dari berbagai instansi seperti Satlantas Polres Pemalang, BPBD, PBTR, dan tim SAR bekerja sama untuk mengevakuasi korban. Mereka harus berhati-hati agar tidak menyebabkan cedera tambahan bagi korban yang terjepit di dalam bangkai bus.
Korban luka-luka segera dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, seperti RSU Siaga Medika, RS Prima Pemalang, dan RSI Al-Ikhlas Taman. Dokter-dokter di rumah sakit tersebut langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang mengalami cedera serius.
Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian kembali lancar. Namun, kejadian ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan teman-teman korban. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi semua pengguna jalan raya untuk lebih waspada dan mematuhi aturan lalu lintas.
Komentar
Kirim Komentar