Kenang Jasa Anggit Bima Wicaksana, Viva Yoga Ajak Masyarakat Berdoa Bersama

Kenang Jasa Anggit Bima Wicaksana, Viva Yoga Ajak Masyarakat Berdoa Bersama

Advertisement

Perkenalan dan Kehadiran Anggit Bima Wicaksana

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengajak seluruh pihak untuk mengheningkan cipta dan mendoakan almarhum Anggit Bima Wicaksana, anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalankan misi di kawasan transmigrasi Bomberey, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Anggit adalah seorang mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang turut serta dalam TEP.

Dalam talkshow yang diadakan di Kota Yogyakarta pada Sabtu (25/10/2025), Viva Yoga menyampaikan doa dan penghormatan kepada almarhum. Talkshow tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jogja Transmigrasi Run. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memberikan apresiasi terhadap langkah Rektor IPB yang memberikan gelar Sarjana Pertanian (SP) kepada almarhum Anggit Bima Wicaksana atas dedikasinya selama menjalani tugas di TEP.

Mari kita doakan almarhum Anggit Bima Wicaksana mendapat tempat yang mulia di sisi Allah, ujar Viva Yoga dalam rilis pers yang diterima aiotrade, Minggu (26/10/2025).

Struktur dan Tujuan Tim Ekspedisi Patriot (TEP)

Anggit Bima Wicaksana merupakan salah satu dari 2.000 anggota TEP yang tersebar di 154 kawasan transmigrasi. Dalam tim tersebut terdapat 42 guru besar, 358 doktor, 846 sarjana, dan 754 mahasiswa. Para anggota TEP yang diberangkatkan pada Agustus 2025 dijadwalkan menyelesaikan tugasnya pada Desember 2025.

Tugas TEP mencakup tiga hal utama: * Pertama, melakukan riset dan pemetaan ekonomi. * Kedua, melakukan monitoring terhadap berbagai kendala di kawasan transmigrasi. * Ketiga, meneliti bentuk pelembagaan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik wilayah transmigrasi.

Hasil kerja TEP akan direkomendasikan untuk program Kementrans selanjutnya, yakni mengirim Transmigrasi Patriot ke kawasan transmigrasi. Program ini ditujukan bagi mahasiswa Strata 2 (S2) dan S3 yang memperoleh beasiswa, dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang.

Kerja Sama dengan Berbagai Perguruan Tinggi

Menurut Viva Yoga, baik TEP maupun Transmigrasi Patriot merupakan bentuk kerja sama Kementrans dengan berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta 17 perguruan tinggi daerah lainnya.

Program ini diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan kawasan transmigrasi yang kompeten dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Dengan SDM yang unggul, kita optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional, tutur mantan Anggota Komisi IV DPR RI itu.

Paradigma Baru Kementerian Transmigrasi

Kementrans memiliki paradigma baru, yaitu menjadikan transmigrasi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang penduduk. Bagaimana transmigran, warga binaan, dan generasi selanjutnya dapat hidup sejahtera dan memiliki SDM unggul menjadi fokus utama kami, katanya.

Pemberian lahan seluas 12 hektar kepada transmigran diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui reforma agraria, kita berharap kehidupan masyarakat dapat berubah menjadi lebih sejahtera, ungkapnya.

Selain itu, Viva Yoga menekankan bahwa program transmigrasi juga bertujuan mempererat ikatan kebangsaan melalui akulturasi budaya di antara masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Dari sinilah ikatan kebangsaan terbentuk, ujarnya.

Peran Kawasan Transmigrasi dalam Swasembada Pangan

Viva Yoga juga menyebutkan bahwa pengelolaan lahan transmigrasi sebagai lahan pertanian menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra tanaman pangan, terutama padi. Sebagai sentra tanaman pangan, kawasan transmigrasi mampu menjadi pendukung program swasembada pangan nasional, tuturnya.

Kawasan transmigrasi juga menjadi salah satu pilar pendukung swasembada pangan, sebagaimana amanat dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar