
Kisah Kang Asep, Caregiver yang Tulus Membantu Sesama
Kisah Kang Asep, seorang caregiver asal Kabupaten Lebak, Banten, menarik perhatian publik dan viral di media sosial. Sebagai seorang caregiver, ia membantu, mendampingi, serta merawat orang-orang yang sedang sakit atau membutuhkan pelayanan khusus. Dalam perannya sebagai relawan, Kang Asep mengatakan bahwa motivasinya adalah rasa bahagia saat membantu sesama yang sedang kesulitan.
Seorang warganet di Instagram menceritakan pengalamannya ketika dirawat di rumah sakit. Ia mengaku tidak percaya bahwa masih ada orang yang tulus membantu tanpa mengenalnya. Kang Asep, yang tidak dikenal oleh pasien tersebut, rela menemani selama proses perawatan. Bahkan, ia sampai naik kereta dari Rangkasbitung ke Jakarta hanya untuk menemani pasien berobat. Ia menerima bayaran secara seikhlasnya. Selama 14 tahun menjadi caregiver, Kang Asep pernah menemani seorang cewek yang dibuang oleh orang tuanya karena HIV. Saat sang cewek meninggal, ia tetap menemani hingga akhir. Tak jarang, ia bahkan tidur di jalanan demi membantu orang yang tidak dikenalnya.
Kang Asep menawarkan jasa pendampingan untuk berbagai kebutuhan medis seperti berobat, operasi, kemoterapi, cuci darah, atau penyakit apa pun. Ia juga bisa membantu membelikan obat jika diperlukan.
Perjalanan 10 Tahun Sebagai Relawan
Asep Subandi (34 tahun) mengaku telah mengabdikan dirinya sebagai relawan caregiver selama 10 tahun terakhir. Ia tidak hanya bekerja di rumah sakit Jakarta, tetapi juga di rumah sakit di Lebak, Banten. Tugas utamanya adalah mendampingi pasien dengan berbagai kebutuhan medis. Ia membantu pasien dalam kontrol atau rawat inap, menemani mereka, serta menyiapkan kebutuhan selama dirawat.
Kang Asep mengatakan bahwa ia tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan penyakitnya. Bahkan, ia bersedia menemani dan merawat mereka yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, pasien yang ia bantu datang dari berbagai sumber, baik dari permintaan langsung maupun dari situasi di mana pasien tidak didampingi oleh keluarga.
Biasanya saya membantu pasien dengan kebutuhan khusus, seperti yang belum paham administrasi atau tidak ada pendamping dari keluarga. Bisa juga karena permintaan langsung atau ditemukan saat pendampingan, ungkapnya.
Lama pendampingan tergantung pada kebutuhan pasien. Kadang hanya sekali, kadang berulang kali hingga pasien benar-benar pulih atau selesai berobat. Kalau saya sesuai permintaan dan kebutuhan, bisa sesekali atau bisa berkali-kali, tuturnya.
Tidak Ada Patokan Bayaran
Ketika ditanya apakah ia memiliki patokan bayaran, Kang Asep mengaku tidak memberikan patokan. Ia bahkan rela membantu tanpa imbalan sama sekali. Tidak ada patokan, bahkan rela membantu tanpa dibayar sama sekali, ujarnya.
Motivasi Kang Asep dalam menjadi caregiver adalah perasaan bahagia saat membantu sesama yang sedang sakit dan kesulitan. Keinginan hati. Senang membantu orang-orang sakit yang kesulitan berobat, katanya.
Komunitas Respek Peduli
Selama menjalankan perannya sebagai relawan, Kang Asep bernaung di bawah komunitas Respek Peduli, sebuah lembaga sosial yang aktif membina relawan caregiver. Delima, salah satu pembina caregiver di wilayah Lebak, membenarkan bahwa Kang Asep merupakan salah satu relawan binaannya. Benar sekali, Asep adalah salah satu dari beberapa caregiver binaan saya. Mereka relawan dari pelosok Lebak yang mendampingi pasien-pasien secara sukarela di beberapa rumah sakit, kata Delima ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (24/10/2025).
Menurut Delima, saat diwawancarai pada Jumat, Kang Asep dan rekan-rekannya tengah melakukan pendampingan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Komunitas Respek Peduli sendiri telah berdiri selama sembilan tahun. Selain membina relawan caregiver, komunitas tersebut juga menyediakan layanan ambulans, rumah singgah, serta program sosial lain seperti bantuan untuk anak yatim, lansia dhuafa, dan layanan kesehatan.
Delima juga mengatakan bahwa menjadi caregiver di bawah Respek Peduli adalah bentuk pengabdian sosial tanpa imbalan finansial. Ada kriteria khusus (bagi yang ingin menjadi relawan), mau membantu secara sukarela. Tidak ada gaji ketika jadi relawan, jelas Delima.
Komentar
Kirim Komentar