
Kehilangan Nyawa yang Membuat Keluarga Syok
I Made Winarta, kakak kandung dari seorang mandor proyek yang tewas di Subak Tenggaling, Banjar Puseh, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, merasa terpukul setelah menerima kabar adiknya meninggal secara mengenaskan. Selama ini, mendiang dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah.
Winarta saat ditemui di rumahnya di Banjar Tengah Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu 26 Oktober 2025, menceritakan bahwa pada Jumat 24 Oktober 2025 pagi, adiknya masih berangkat kerja seperti biasa. Namun, pada malam hari, adiknya tidak pulang ke rumah. Biasanya, ia pulang sekitar pukul 7 malam, tetapi kali ini tidak.
Tiba-tiba, Sabtu pagi, ada polisi yang membawa informasi bahwa adiknya telah meninggal. "Jumat pagi biasa pergi kerja. Malamnya tidak pulang. Tiba-tiba Sabtu pagi ada yang datang mengatakan adik sudah meninggal, ada saudara yang melihat jenazahnya, lehernya ada bekas gergaji," ujarnya.
Dikatakan bahwa hampir semua keluarga kaget atas peristiwa tersebut. Sebab korban sudah bekerja di bidang konstruksi sejak puluhan tahun, dan tak pernah terjadi permasalahan dengan pekerjaannya. Selama ini korban juga dikenal baik. Diketahui bahwa yang bersangkutan memiliki seorang istri yang kini tengah bekerja di Turki.
Mendiang selama ini juga tidak memiliki anak, dan dikenal sangat sederhana. "Kehidupan biasa-biasa saja, orangnya polos. Bekerja rajin. Kalau ngomong tidak pernah bikin sakit hati. Kehidupannya sangat sederhana, makanya semua orang kaget, kenapa bisa meninggal dengan cara seperti itu," ujarnya.
Pihak keluarga berharap agar pelaku segera ditangkap. "Harapan kami, agar kasus ini terungkap, siapa pelakunya, kenapa adik saya diperlakukan seperti itu," ujarnya.
Saat ini, jenazah korban masih dititipkan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk kepentingan penyelidikan. Sementara pihak keluarga berencana akan menggelar upacara kremasi untuk mendiang pada 4 November ini, di Krematorium Punduk Dawa, Klungkung. "Mau dikremasi di Punduk Dawa, Klungkung, karena di sini ada odalan," ujarnya.
Informasi Tambahan Mengenai Kejadian
Informasi dihimpun di lapangan, diketahui bahwa selain kehilangan nyawa, korban juga kehilangan barang berharga yang dibawanya bekerja, yakni sepeda motor vario dan dompet. "Bedeng tempat pekerjanya sepi, motor dan dompet korban hilang," ujar sumber Tribun Bali.
Penutup
Peristiwa ini menjadi duka besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Semua orang yang mengenal korban merasa syok dan sedih dengan cara meninggalnya yang tidak wajar. Harapan besar diucapkan oleh pihak keluarga agar kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Komentar
Kirim Komentar