
Persiapan Kulit Wajah yang Ideal untuk Calon Pengantin
Menjelang hari pernikahan, setiap calon pengantin tentu ingin tampil dengan kulit wajah yang sehat, segar, dan bercahaya. Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal, perawatan kulit sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Menurut penjelasan dr. Dara Ayuningtyas, Dipl.AAAm., persiapan kulit sebaiknya dimulai jauh-jauh hari agar kondisi kulit dapat terjaga dengan optimal.
Fase Perawatan Kulit Wajah
Perawatan kulit bagi calon pengantin biasanya dibagi menjadi beberapa fase. Fase pertama dimulai sekitar enam hingga tiga bulan sebelum hari pernikahan. Pada periode ini, fokusnya adalah memperbaiki kondisi dasar kulit dari dalam. Tahap ini sangat penting bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti bekas jerawat, tekstur tidak merata, atau pori-pori besar.
Enam sampai tiga bulan pertama itu ideal banget start di enam bulan sebelum hari H, ujar dr. Dara. Pada fase ini, perawatan umumnya menyasar lapisan kulit bagian dalam dengan tindakan yang memiliki downtime (masa pemulihan). Hal ini bertujuan untuk memperbaiki struktur kulit secara lebih mendalam.
Fase Kedua: Meningkatkan Kecerahan dan Kilau Alami Kulit
Memasuki bulan-bulan menjelang hari pernikahan, fokus perawatan mulai bergeser ke tahap meningkatkan kecerahan dan kilau alami kulit. Nah, kemudian dua sampai satu bulan itu kita sebut namanya mulai meng-glowing-kan kulit, kata dr. Dara.
Pada fase ini, biasanya dilakukan tindakan injeksi, laser untuk menambah simulasi kolagen atau menghidrasi kulit. Perawatan ini bisa dimulai dari tiga bulan sebelum hari H jika seseorang tidak memiliki masalah kulit yang terlalu dalam. Tujuannya adalah membuat kulit tampak glowing dan cerah.
Fase Ketiga: Menenangkan Kulit Jelang Hari Bahagia
Makin dekat menuju hari pernikahan, perawatan dilakukan untuk menenangkan kulit agar tampil optimal saat dirias. Kalau kita ngomongin satu minggu sampai tiga hari sebelum hari H, itu biasanya hanya untuk supaya kulitnya calm, ucap dr. Dara.
Kondisi kulit yang tenang dan lembap akan membuat hasil riasan tampak lebih maksimal. Kita tetap butuh dandan ya. Pada saat pernikahan itu akan menempel si make up-nya mulai dari foundation-nya, mulai dari contour-nya itu akan tetap menempel, terang dr. Dara.
Peran Skincare Harian
Selain perawatan di klinik, skincare harian di rumah juga memegang peranan penting dalam menjaga hasil perawatan. Kalau rangkaian yang engga boleh dilewatkan yang paling penting adalah yang pertama skincare juga penting nih ya. Jadi, engga cuma perawatan di klinik aja, tapi di rumah juga penting banget, ungkap dr. Dara.
Ia menekankan bahwa maintenance setelah perawatan di klinik harus dilakukan di rumah. Percuma treatment tapi enggak di-maintenance di rumah, sambungnya.
Perawatan Rutin untuk Calon Pengantin yang Sering Beraktivitas Outdoor
Bagi calon pengantin yang sering beraktivitas di luar ruangan, perhatian ekstra dibutuhkan karena paparan matahari bisa memicu munculnya pigmentasi kulit. Karena kan tadi outdoor itu matahari, apalagi matahari sekarang itu enggak kira-kira panasnya. Jadi dia benar-benar cepat menstimulasi pigmen atau pewarna kulit kita untuk tumbuh di atas permukaan, jelas dr. Dara.
Dokter Dara juga menambahkan bahwa perawatan dengan laser seperti pico sangat membantu mencegah pigmentasi muncul lebih cepat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, perawatan kulit yang ideal bagi calon pengantin sebaiknya dimulai sejak enam bulan sebelum hari pernikahan. Dengan kombinasi antara perawatan klinik dan skincare harian di rumah, kulit akan terlihat lebih sehat dan siap memancarkan pesona di hari istimewa.
Komentar
Kirim Komentar