
Kehilangan Seorang Pejuang HAM yang Teguh
Johnson Panjaitan, seorang advokat yang dikenal vokal dalam membela nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan, berpulang pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kepulangan beliau menimbulkan duka mendalam bagi dunia hukum dan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Kabar ini disampaikan melalui akun resmi Instagram Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI), organisasi yang ia dirikan bersama sejumlah tokoh nasional.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok advokat yang teguh membela nilai-nilai hak asasi manusia dan keadilan sosial, tulis PBHI dalam unggahan duka mereka. Pesan tersebut mengingatkan masyarakat akan peran penting Johnson dalam menjaga prinsip-prinsip keadilan yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.
Awal Perjalanan Sang Pejuang Rakyat
Johnson lahir pada Juni 1966, dan mulai terjun ke dunia advokasi sejak tahun 1988 melalui pelatihan di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta). Di tempat inilah semangatnya untuk membela kaum tertindas mulai tumbuh. Ia aktif mendampingi masyarakat yang berhadapan dengan hukum, terutama mereka yang sulit mendapatkan keadilan.
Keberaniannya dalam menghadapi kasus-kasus besar yang menyangkut pelanggaran HAM membuat namanya mulai dikenal di kalangan aktivis hukum. Salah satu peran penting Johnson adalah keterlibatannya dalam advokasi korban pelanggaran HAM di Timor Leste pasca konflik. Kiprahnya di sana menunjukkan komitmennya terhadap keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.
Pembelaan untuk Semua: Dari Korban HAM hingga Kasus Hukum Nasional
Di luar isu HAM, kiprah Johnson juga terlihat dalam berbagai kasus hukum nasional yang menyita perhatian publik. Ia pernah menjadi kuasa hukum dalam banyak perkara besar, dan dikenal tidak takut menghadapi kekuasaan demi menegakkan keadilan. PBHI dalam pernyataannya menegaskan bahwa dedikasi dan keberanian Johnson menjadi teladan abadi bagi generasi penerus pejuang HAM di Indonesia.
Semoga semangat perjuangan almarhum terus hidup dalam setiap upaya membela mereka yang tertindas, tulis organisasi tersebut. Pesan ini menggambarkan betapa pentingnya peran Johnson dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang sering kali terabaikan.
Simbol Perjuangan Melawan Ketidakadilan
Johnson Panjaitan bukan hanya pengacara, ia adalah simbol dari perjuangan panjang melawan ketidakadilan. Dalam setiap langkahnya, ia menanamkan keyakinan bahwa hukum seharusnya berpihak pada manusia, bukan pada kekuasaan. Jejak perjuangannya akan terus dikenang, baik dari ruang sidang, jalanan demonstrasi, hingga ruang-ruang advokasi HAM.
Meski kini raganya telah tiada, semangat Johnson akan tetap hidup dalam hati para pejuang HAM di Indonesia. Nama beliau akan selalu menjadi pengingat bahwa keadilan tak boleh diam. Dengan perjuangannya, Johnson meninggalkan warisan yang akan terus memotivasi generasi penerus untuk menjaga nilai-nilai keadilan dan kebenaran.
Komentar
Kirim Komentar