Jay Idzes Percaya Sassuolo Tidak Layak Kalah dari AS Roma: Seharusnya Bisa Imbangi

Jay Idzes Percaya Sassuolo Tidak Layak Kalah dari AS Roma: Seharusnya Bisa Imbangi

Advertisement

Penampilan Sassuolo dalam Pertandingan Kontra AS Roma

Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, memberikan pendapatnya mengenai kekalahan yang dialami Sassuolo dari AS Roma dalam pertandingan pekan ini. Pada laga yang berlangsung di Stadion MAPEI, Minggu (26/10/2025), Sassuolo kalah 0-1 dari tamu mereka, AS Roma. Gol tunggal dalam pertandingan ini dibuat oleh Paulo Dybala pada babak pertama.

Pemain andalan asal Argentina tersebut berhasil memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Bryan Cristante yang diblok oleh kiper Arijanet Muric. Hasil satu gol ini cukup untuk membawa AS Roma meraih tiga poin penuh. Sementara itu, Sassuolo harus menerima kekalahan ketiga mereka dalam empat pertandingan terakhir.

Bagi Jay Idzes, kekalahan ini menunjukkan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang hampir seimbang. Ia menilai Sassuolo hanya sedikit kurang beruntung dalam pertandingan ini. "Sangat disayangkan, kami seharusnya bisa seri dengan Roma," ujarnya dalam jumpa pers. Ia juga menegaskan bahwa Sassuolo tidak bermain buruk, meskipun menghadapi lawan kuat seperti AS Roma.

"Kami tahu mereka memiliki tim yang kuat, tapi saya pikir kami tidak bermain buruk," tambah Jay Idzes. Ia menilai bahwa dengan sedikit keberuntungan, Sassuolo seharusnya bisa mencetak satu gol. Dari segi peluang, jumlah tembakan Sassuolo tidak jauh berbeda dari Roma. I Neroverdi melepas 11 percobaan, sementara I Lupi melakukan 15 kali.

Perbedaan utama terletak pada akurasi dan efisiensi. Sassuolo hanya melakukan satu upaya mengarah ke gawang, sedangkan Roma melakukan delapan kali. Kiper Arijanet Muric menjadi penyelamat bagi Sassuolo dengan tujuh penyelamatan yang dilakukannya. Selain itu, ada peluang emas Roma yang membentur tiang dari Lorenzo Pellegrini.

Jay Idzes menilai peran Muric sangat krusial dalam menjaga pertahanan tim. Ia menyatakan bahwa Sassuolo semakin sulit dibobol musuh seiring berjalannya waktu. Dalam tiga pertandingan terakhir, Sassuolo hanya kebobolan satu kali.

"Kami memiliki banyak pemain bertahan yang tangguh, dan kiper kami sangat membantu," lanjut Idzes. Ia juga menyebut bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Sassuolo mulai saling mengenal dan bermain lebih baik. "Kami tahu bagaimana cara bermain rekan-rekan kami, dan semuanya menjadi lebih mudah."

Meski kalah, Jay Idzes tetap yakin bahwa Sassuolo memiliki peluang untuk meraih hasil seri. Pendapat ini senada dengan pernyataan pelatih Fabio Grosso. "Tim bermain dengan baik. Mereka (Roma) berhasil memanfaatkan penampilan naif kami," kata Grosso. Ia juga menyesali hasil akhir pertandingan ini. "Sayang sekali tentang hasil akhirnya, kami seharusnya pantas mendapatkan hasil yang berbeda," tutur si bos.

Kekalahan ini membuat Sassuolo turun ke posisi 13 klasemen Liga Italia. Mereka mengumpulkan 10 poin dari delapan pertandingan. Sementara itu, AS Roma memimpin klasemen bersama Napoli dengan perolehan 18 poin. Sang Serigala hanya kalah selisih dua butir gol dari sang juara bertahan.

Jay Idzes sendiri tampil solid dalam pertandingan ini. Meski kesulitan mengawasi pergerakan tanpa bola yang dilakukan Dybala cs, ia berhasil melakukan tiga kali intersep dan sapuan yang menjauhkan bola dari musuh. Performa ini menunjukkan bahwa Sassuolo masih memiliki harapan untuk bangkit dalam pertandingan-pertandingan mendatang.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar