Jalan NTT di Manggarai Timur Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

Jalan NTT di Manggarai Timur Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

Jalan NTT di Manggarai Timur Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

Kerusakan Jalan Provinsi NTT yang Mengancam Keselamatan Pengguna

Jalan provinsi NTT yang menjadi penghubung antara Mukun Borong dan Mukun Ruteng kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jalur ini memiliki peran penting dalam menghubungkan dua wilayah, namun kini justru menjadi ancaman bagi keselamatan pengendara. Aspal di sepanjang jalan terlihat terkelupas hingga membentuk lubang-lubang besar yang bisa menimbulkan bahaya serius.

Advertisement

Titik kerusakan paling parah terletak di Kampung Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Utara. Lokasi ini kini menjadi tempat yang harus dilalui oleh para pengendara dengan rasa was-was. Bagi pengemudi, melintasi jalan ini seperti menjalani "ujian" yang berat, baik secara fisik maupun mental.

Pantauan awak media pada hari Minggu (26/10) menunjukkan bahwa kondisi jalan ini tidak hanya rusak parah, tetapi juga diduga sudah lama dibiarkan tanpa penanganan permanen. Semakin lama, kerusakan semakin meluas dan memburuk, sehingga membuat keadaan semakin tidak aman.

Salah satu pengendara, Sandi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan tersebut. Menurutnya, beberapa bagian jalan yang rusak parah membuat kendaraan roda dua dan empat merasa khawatir saat melewati jalur tersebut. Ia menyebutkan bahwa hal ini memaksa pengemudi untuk lebih hati-hati, memperlambat laju kendaraan, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Sandi menilai bahwa kerusakan jalan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia jalan yang sudah tua, drainase yang buruk, serta minimnya perawatan berkala. Faktor-faktor ini diperparah oleh curah hujan yang tinggi dan volume kendaraan yang melintas cukup besar.

Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa otoritas terkait belum memberikan perhatian yang cukup terhadap infrastruktur penting ini. Meskipun demikian, masyarakat setempat dan aparatur desa telah melakukan upaya swadaya untuk memperbaiki jalan secara sementara. Beberapa pengusaha lokal juga turut berkontribusi dengan menyumbangkan pasir dan semen.

Sayangnya, solusi sementara ini tidak mampu bertahan lama. Material yang digunakan, seperti tanah, pasir, atau semen, tidak cukup kuat untuk menghadapi tekanan dan cuaca yang ekstrem. Akibatnya, kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.

Hingga berita ini dipublikasikan, tim redaksi masih belum berhasil mendapatkan respons atau konfirmasi dari pihak Pemerintah Provinsi NTT. Hal ini menunjukkan kurangnya transparansi dan tanggung jawab dari pihak berwenang dalam mengatasi masalah infrastruktur yang sangat vital ini.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar