
Jalur Jalan Fatubenao-Debubot Kembali Dibuka dengan Batasan Muatan
Setelah mengalami gangguan total akibat ambruknya Deuker pada Jumat (17/10/2025), akses transportasi di ruas Jalan Fatubenao-Debubot di Kabupaten Belu, tepatnya di Kecamatan Tasifeto Timur, kini kembali dibuka. Kondisi ini memberikan harapan bagi masyarakat dan pengguna jalan yang sebelumnya terganggu oleh kerusakan tersebut.
Kendaraan roda dua dan empat kini dapat melintasi jalur tersebut. Namun, hanya kendaraan dengan berat maksimal 5 ton yang diperbolehkan melewati jalan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kestabilan struktur jalan yang masih dalam kondisi sementara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu, S. Vinsen Dalung, menjelaskan bahwa pembukaan kembali jalur ini dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan penanganan darurat di lokasi kerusakan. Menurutnya, jalan tersebut kini sudah bisa dilalui kendaraan dengan batasan muatan tertentu agar tidak memperparah kondisi struktur yang masih dalam proses pemulihan.
Setelah penanganan darurat, jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan dengan batas muatan tertentu agar tidak memperparah kondisi struktur yang masih sementara, ujar Vinsen saat dihubungi.
Sejarah Kerusakan Jalan Fatubenao-Debubot
Jalan yang sempat terputus tersebut sebelumnya merupakan bagian dari ruas Nenuk-Dafala yang diintervensi melalui program Inpres Jalan Daerah tahun 2023. Kerusakan Deuker yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain umur konstruksi yang sudah melampaui batas teknis, curah hujan tinggi, serta beban kendaraan berat yang sering melintas di jalur tersebut.
Vinsen menambahkan bahwa perbaikan permanen terhadap ruas jalan Fatubenao-Debubot akan diintervensi pada tahun anggaran 2026 melalui program peningkatan infrastruktur jalan daerah. Ia menyatakan bahwa untuk penanganan jangka panjang, ruas ini akan ditangani secara menyeluruh agar dapat digunakan secara normal dan aman.
Untuk penanganan jangka panjang, ruas ini akan kami tangani secara menyeluruh pada tahun anggaran 2026 agar bisa digunakan secara normal dan aman, jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Selain itu, Vinsen juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas dan tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Hal ini penting mengingat struktur jalan masih dalam tahap pemulihan sementara.
Dengan dibukanya kembali jalur Jalan Fatubenao-Debubot, diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Namun, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan batasan muatan kendaraan sangat diperlukan agar jalan tersebut tetap dalam kondisi yang baik dan aman untuk digunakan.
Langkah-Langkah Penanganan Darurat
Beberapa langkah telah diambil oleh pihak dinas terkait untuk menangani kerusakan jalan tersebut. Di antaranya adalah:
- Pemeriksaan dan evaluasi kondisi jalan secara menyeluruh.
- Pelaksanaan pekerjaan darurat seperti pembersihan material yang rusak dan penguatan struktur sementara.
- Pengaturan lalu lintas untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung.
Dengan adanya penanganan darurat yang telah selesai, masyarakat dapat kembali menggunakan jalur tersebut dengan batasan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi langkah awal menuju perbaikan permanen yang akan dilakukan pada tahun anggaran 2026.
Komentar
Kirim Komentar