
Inter Milan Kembali Ke Jalur Kemenangan Setelah Kekalahan dari Napoli
Pada laga pekan kedelapan Liga Italia 2025/2026, Inter Milan kalah dari Napoli dengan skor 1-3. Laga yang digelar di Stadion Diego Armando Maradona berjalan sangat menegangkan dan menghadirkan beberapa momen penting yang memengaruhi hasil akhir.
Napoli membuka keunggulan mereka melalui gol penalti yang dicetak oleh Kevin de Bruyne pada menit ke-33. Gol tersebut menjadi awal dari perubahan arah pertandingan. Meskipun Inter Milan mencoba bangkit, mereka hanya mampu membalas satu gol melalui Hakan Calhanoglu di menit ke-59. Sementara itu, Napoli terus mengancam dan menambah gol melalui Scott McTominay di menit ke-54 serta Zambo Anguissa di babak kedua.
CEO Inter Milan, Beppe Marotta, menyampaikan rasa frustrasinya terkait keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Napoli. Ia menganggap bahwa keputusan tersebut memengaruhi momentum pertandingan. Dalam wawancaranya kepada DAZN, Marotta menyatakan bahwa tendangan penalti yang dieksekusi oleh De Bruyne "sangat menentukan dalam mengubah keseimbangan" sebelum Napoli meraih tiga poin.
Marotta juga mengkritik proses pengambilan keputusan oleh wasit. Menurutnya, wasit tidak meniup peluit apa pun dan berada di posisi yang lebih baik daripada yang lain. Namun, ia memberikan penalti karena asisten wasit yang memutuskan. Gambarnya jelas sejak saat itu, pertandingan berubah arah.
Meskipun begitu, Marotta mengakui keunggulan Napoli atas Inter Milan. Ia juga mengapresiasi performa tim lawan yang cukup baik selama pertandingan.
Sementara itu, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan bahwa faktor emosional menjadi penyebab kekalahan timnya. Ia mengatakan, Kami kehilangan keseimbangan karena kami sangat ingin kembali ke jalur kemenangan. Bahkan setelah Calhanoglu mengubah skor menjadi 2-1, Inter gagal memanfaatkan momen tersebut.
Chivu juga menyebutkan bahwa Inter membuang-buang energi dengan berdebat dengan bangku cadangan mereka dan sejak saat itu mereka tidak lagi sadar. Ia menilai ini sebagai keruntuhan psikologis utama malam itu.
Selain itu, sang pelatih kecewa dengan fase pertahanan tim. Ia menyoroti kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Pada gol kedua, kami tidak merasakan bahaya, dan gol ketiga adalah konsekuensi dari hilangnya kejelasan: Anda tidak boleh kebobolan semudah itu dari lemparan ke dalam, ujarnya, menekankan pentingnya membaca situasi dengan lebih baik.
Inter Milan kini akan mencoba menata ulang diri menjelang pertandingan mendatang. Pada hari Rabu, Nerazzurri kembali ke San Siro setelah tiga pertandingan tandang berturut-turut. Inter akan menyambut Fiorentina pada Rabu malam sebelum kick-off awal di Verona pada Minggu sore.
Uji coba Liga Champions tengah pekan melawan tim lemah Kairat akan menyusul sebelum pertandingan terakhir Nerazzurri sebelum jeda internasional melawan Lazio pada 9 November.
Komentar
Kirim Komentar