
Dukungan Penuh Indonesia untuk Integrasi Timor Leste ke ASEAN
Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat sejak awal dalam mendukung Timor Leste untuk bergabung sebagai anggota ASEAN. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyatakan dukungan penuh negara ini terhadap integrasi Timor Leste ke dalam berbagai mekanisme ASEAN. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan ke-37 ASEAN Coordinating Council (ACC) di Kuala Lumpur, Malaysia, menjelang momen penting diterimanya Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN.
Besok (26 Oktober, hari ini-red) menjadi tonggak penting bagi ASEAN dengan diterimanya Timor Leste sebagai anggota ke-11 keluarga besar ASEAN. Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung integrasi penuh Timor Leste ke dalam berbagai mekanisme ASEAN, ujar Menlu Sugiono pada Sabtu 25 Oktober 2025.
Dukungan Indonesia untuk Timor Leste secara resmi ditandai dengan penandatanganan Declaration on the Admission of Timor-Leste into ASEAN (Deklarasi Penerimaan Timor Leste ke dalam ASEAN) oleh Presiden Prabowo Subianto. Penandatanganan deklarasi tersebut dilakukan bersama pemimpin negara Asia Tenggara dalam upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Penandatanganan deklarasi tersebut menandai penerimaan resmi Timor Leste sebagai anggota ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dengan bergabungnya Timor Leste, ASEAN kini terdiri atas 11 negara anggota, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.
Keanggotaan baru ini melengkapi representasi geografis Asia Tenggara di dalam organisasi yang berdiri sejak 1967 tersebut. Selain itu, Timor Leste juga secara resmi telah menyerahkan instrumen aksesi terhadap Piagam ASEAN dan Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir ASEAN Tenggara (SEANWFZ), pada Sabtu 25 Oktober 2025.
Keikutsertaan Timor Leste dalam SEANWFZ akan memberikan energi tambahan bagi ASEAN dalam menciptakan kawasan yang aman dan damai. Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmo menyatakan harapannya agar suara Timor Leste dapat semakin didengar dunia setelah resmi bergabung sebagai anggota penuh ASEAN.
Melihat ASEAN sebagai sebuah kawasan, kami berpandangan bahwa dengan bergabung bersama ASEAN, banyak isu dan suara kami bisa didengar. Kalau kami sendiri, orang akan bertanya siapa kami, negara kecil, ujar Xanana dalam konferensi pers di sela KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Minggu 26 Oktober 2025.
Xanana menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota ASEAN, mitra eksternal, serta rakyat Timor Leste atas dukungan yang diberikan selama ini. Menurut dia, aksesi Timor Leste sebagai anggota penuh ASEAN menandai babak baru bagi Timor Leste sekaligus sejarah baru bagi ASEAN. Keanggotaan tersebut merefleksikan komitmen Timor Leste untuk memperkuat kerja sama dan hubungan persahabatan di kawasan.
Sejak 2011 Timor Leste telah mempersiapkan diri untuk berintegrasi ke ASEAN. Dalam perjalanannya, kami dipandu oleh ASEAN dalam kerangka persatuan dalam keberagaman, kata Xanana. Dia kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan dan persahabatan yang ditunjukkan seluruh anggota ASEAN.
Bersama kita bangun perdamaian dan persatuan, ujar Xanana.
Komentar
Kirim Komentar