Hidup Lagi di Barcelona! Hansi Flick Ubah Marcus Rashford Jadi Mesin Gol

Hidup Lagi di Barcelona! Hansi Flick Ubah Marcus Rashford Jadi Mesin Gol

Advertisement

Marcus Rashford Kembali Bersinar di Barcelona

Marcus Rashford, penyerang asal Inggris, berhasil menunjukkan performa yang luar biasa sejak bergabung dengan Barcelona melalui status pinjaman dari Manchester United pada musim panas lalu. Langkah ini awalnya dianggap sebagai sebuah pertaruhan besar, namun kini tampaknya memberikan hasil yang positif.

Hingga saat ini, Rashford telah mencetak lima gol dan enam assist dalam berbagai kompetisi, membantu Barcelona tetap bersaing ketat dengan Real Madrid di papan atas La Liga menjelang laga El Clasico. Selain itu, Barcelona juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Rashford di akhir musim, dan pemain tersebut dikabarkan antusias dengan kemungkinan tersebut.

Peran Ideal yang Ditemukan oleh Hansi Flick

Kunci kebangkitan Rashford di Spanyol tidak lepas dari peran pelatih Barcelona, Hansi Flick. Dengan bantuan staf kepelatihannya, Flick berhasil menemukan kembali peran ideal bagi Rashford, sesuatu yang sempat hilang di bawah arahan Erik ten Hag di Manchester United musim lalu.

Rashford biasanya beroperasi sebagai winger kiri, tetapi perannya jauh lebih dinamis. Flick memberinya kebebasan untuk bergerak antara sisi kiri dan area tengah, sehingga ia lebih sering berada di posisi berbahaya di depan gawang. Hasilnya adalah lebih banyak peluang, lebih banyak tembakan, dan tentu saja, lebih banyak gol.

Performa yang Menonjol dalam Pertandingan Liga Champions

Contoh nyata dari peningkatan performa Rashford terlihat jelas saat laga Liga Champions melawan Newcastle United. Ia mencetak gol indah dari luar kotak penalti setelah bergerak masuk ke tengah dari sisi kiri. Pergerakan khas ini kini menjadi bagian penting dari sistem serangan Barcelona.

Flick memang menyukai penyerang yang bermain rapat secara vertikal di tengah, dan fleksibilitas Rashford membuat permainan Barca di lini depan semakin cair dan sulit diprediksi. Ketika Rashford bergerak ke dalam, bek kiri Alejandro Balde otomatis mengisi ruang di sisi sayap. Pola ini menjadi salah satu senjata utama Barca musim ini.

Balde yang cepat dan agresif sering memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri untuk melepas umpan silang, sementara Rashford menunggu peluang di area tengah atau memberi umpan terobosan balik ke rekan setimnya.

Hubungan Taktis yang Efektif

Hubungan taktis semacam ini bukan hal baru bagi Rashford. Saat masih di Manchester United, ia juga kerap tampil mematikan saat didampingi Luke Shaw yang memiliki gaya bermain serupa dengan Balde. Pergerakan cerdas dari full-back juga membantu menarik perhatian bek lawan, membuka ruang bagi Rashford untuk berduel satu lawan satu situasi yang sering ia menangkan berkat kecepatan dan kemampuan dribelnya.

Faktor Psikologis yang Berpengaruh

Selain aspek taktik, faktor psikologis juga memainkan peran penting dalam kebangkitan Rashford. Ia adalah tipe pemain yang sangat bergantung pada kepercayaan diri. Flick memahaminya dengan baik, dan memberinya kepercayaan penuh dengan menurunkan Rashford sebagai starter dalam enam pertandingan terakhir.

Konsistensi posisi dan menit bermain membuat Rashford menemukan kembali ritmenya. Bahkan, Flick kini mempercayakan tugas tendangan sudut dan bola mati kepadanya bentuk nyata dari rasa percaya pelatih terhadap kemampuan sang pemain.

Kepercayaan diri ini tercermin dalam permainan Rashford yang kini lebih berani, lebih efektif, dan lebih berpengaruh terhadap hasil pertandingan.

Keberhasilan Pemain Manchester United yang Kembali Bersinar

Fenomena pemain Manchester United yang kembali bersinar setelah pindah ke klub lain bukan hal baru. Namun, kasus Rashford menunjukkan bahwa bakat tidak pernah hilang, hanya butuh lingkungan dan peran yang tepat untuk kembali bersinar.

Hansi Flick telah menemukan cara untuk memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan Rashford sesuatu yang tampaknya gagal dilakukan di Old Trafford musim lalu. Kini, Marcus Rashford kembali menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa, dan Barcelona mungkin akan sulit melepaskannya begitu masa pinjamannya berakhir.

Marcus Rashford menjalankan instruksi Hansi Flick di sisi lapangan kombinasi cerdas antara kebebasan bermain dan taktik disiplin yang menghidupkan kembali kariernya di Barcelona.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar