Hari Keempat, Banjir Lumpuhkan Pantura Semarang

Hari Keempat, Banjir Lumpuhkan Pantura Semarang


jateng.aiotrade, SEMARANG - Pada hari keempat banjir yang melanda wilayah Jalan Pantura Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih terjadi. Genangan air yang mencapai ketinggian hingga 60 hingga 80 sentimeter di sepanjang jalur nasional membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Advertisement

Kondisi banjir paling parah terjadi di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Di lokasi ini, genangan air sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Jalan utama tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan besar seperti truk dan bus. Sedangkan kendaraan kecil seperti mobil sedan atau minibus dilarang melewati area tersebut.

Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa banyak kendaraan roda dua dan mobil kecil yang memaksa melewati genangan air akhirnya mengalami mogok. Beberapa truk juga terlihat naik ke median jalan karena jalur tidak terlihat akibat tertutup air.

Kami mohon kepada pengendara sepeda motor dan mobil kecil seperti sedan atau minibus agar tidak melewati jalan ini. Banyak truk yang mogok, jika memaksa bisa ikut mogok dan menambah panjang kemacetan, ujar Rismanto.

Kemacetan semakin memburuk karena antrean kendaraan besar yang bergerak lambat. Polisi, TNI bersama sukrelawan dan BPBD juga menyiagakan perahu untuk membantu evakuasi tenaga kesehatan dan pasien dari RSI Sultan Agung yang terdampak banjir.

Kami sudah terjunkan perahu untuk evakuasi para nakes dan pasien RSI Sultan Agung, ujarnya.

Menurutnya, salah satu langkah untuk mengurangi debit air adalah dengan memaksimalkan pompa-pompa yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Kami juga memohon BBWS Pemali Juana bisa memaksimalkan pompa-pompa agar air segera surut, ujarnya.

Untuk diketahui, beberapa rumah pompa milik BBWS Pemali Juana, seperti Rumah Pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin, belum beroperasi secara maksimal. Di Rumah Pompa Tenggang, hanya dua dari enam total pompa yang bisa dihidupkan. Hal serupa juga terjadi di Rumah Pompa Sringin.


Beberapa upaya telah dilakukan oleh pihak terkait untuk mengatasi banjir yang terjadi di wilayah ini. Namun, kondisi saat ini masih cukup mengkhawatirkan. Masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari area yang tergenang. Selain itu, pemerintah setempat dan lembaga penanggulangan bencana terus berkoordinasi untuk mengevaluasi situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Berikut beberapa langkah yang sedang dilakukan:

  • Tim SAR dan petugas BPBD terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.
  • Pengguna jalan diimbau untuk menghindari jalur yang tergenang agar tidak mengalami kecelakaan.
  • Pemkot Semarang bersama BBWS Pemali Juana sedang mencari solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.
  • Masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti anjuran dari aparat setempat.

Dengan situasi yang masih memprihatinkan, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk mengurangi dampak banjir dan memastikan keselamatan warga.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar