Hari Apa Tanggal 25 Oktober 2025? Ini Daftarnya

Hari Apa Tanggal 25 Oktober 2025? Ini Daftarnya

Advertisement

Hari-hari Spesial yang Dirayakan di Seluruh Dunia Pada 25 Oktober

Pada tanggal 25 Oktober, masyarakat internasional merayakan berbagai peringatan unik yang memiliki makna penting dalam sejarah dan budaya. Meskipun tidak ada peringatan khusus di Indonesia, momen ini menjadi kesempatan untuk menghargai berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari seni hingga kesehatan.

Hari Seniman Internasional

Hari Seniman Internasional dirayakan setiap 25 Oktober sebagai bentuk penghargaan terhadap peran seni dalam ekspresi manusia. Seni telah menjadi alat untuk merekam sejarah, menggambarkan keindahan, dan memprotes realitas hidup. Peringatan ini juga menjadi momen untuk menghormati para seniman di berbagai bidang seperti lukisan, patung, musik, fotografi, dan arsitektur.

Sejarah dukungan terhadap seni dimulai pada era Presiden Kennedy pada 1960-an, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia seni dan budaya. Kebijakan ini dilanjutkan melalui pembentukan National Endowment for the Arts oleh Presiden Johnson dan berbagai inisiatif lainnya. Institusi seperti Museum of Modern Art (MoMA) di New York terus menjadi simbol komitmen dunia terhadap seni melalui renovasi besar dan akses publik yang luas.

Hari Seniman Internasional mengingatkan kita bahwa tanpa seni, tidak akan ada sejarah dan budaya. Peringatan ini juga menjadi dorongan bagi masyarakat untuk berkunjung ke museum, mendukung seniman lokal, atau mencoba menciptakan karya sendiri.

Hari Pasta Sedunia

World Pasta Day atau Hari Pasta Sedunia dirayakan setiap 25 Oktober untuk menghormati salah satu makanan paling populer dan serbaguna di dunia. Sejak pertama kali dibuat ribuan tahun lalu, pasta telah menjadi simbol kelezatan dan budaya kuliner global.

Peringatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 1995 melalui World Pasta Congress, yang dihadiri 40 produsen pasta dari berbagai negara. Meski banyak mitos menyebut Marco Polo membawa pasta dari China, catatan sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Italia Selatan sudah mengonsumsi pasta sejak abad ke-14 karena mudah disimpan dan dibawa dalam pelayaran.

Popularitasnya terus meningkat hingga akhirnya menjadi bagian penting dari diet Mediterania, dikenal karena nilai gizinya yang seimbang dan kemampuannya beradaptasi dalam berbagai hidangan. Hari Pasta Sedunia bukan hanya tentang menikmati spaghetti atau lasagna favorit, tetapi juga merayakan kreativitas dapur di seluruh dunia.

Hari Opera Sedunia

World Opera Day atau Hari Opera Sedunia diperingati setiap 25 Oktober sebagai ajang penghormatan terhadap salah satu seni pertunjukan klasik tertua di dunia. Selama lebih dari 400 tahun, opera tetap bertahan dan berevolusi, menghadirkan perpaduan musik, teater, dan cerita yang menginspirasi banyak generasi.

Peringatan ini pertama kali diluncurkan pada 2019, hasil kolaborasi tiga organisasi besar: OPERA America, Opera Europa, dan pera Latinoamrica. Tanggal 25 Oktober dipilih karena bertepatan dengan ulang tahun dua komponis legendaris, Georges Bizet (pencipta Carmen) dan Johann Strauss II (pencipta The Blue Danube).

Hari Opera Sedunia juga melanjutkan semangat National Opera Week yang telah berlangsung selama satu dekade di Amerika Serikat sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman seni opera modern. Setiap tahun, Hari Opera Sedunia mengusung tema berbeda, seperti Opera Reboot (2021) dan Unboxing Opera (2022), untuk menarik minat generasi baru.

Pekan Kesadaran Tumor Otak Internasional

Pekan Kesadaran Tumor Otak Internasional diperingati setiap tahun antara 25 Oktober hingga 1 November, sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit tumor otak. Kondisi tersebut terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di otak, menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, atau kejang.

Pekan ini pertama kali diselenggarakan pada 1997 untuk mengedukasi publik sekaligus mendorong pendanaan riset medis. Inisiatif ini lahir dari peran berbagai organisasi, seperti National Brain Tumor Foundation (N.B.T.F.) yang berdiri di San Francisco pada 1981 dan Brain Tumor Society (B.T.S.) yang dibentuk di Boston pada 1989 setelah seorang anak bernama Seth meninggal akibat tumor otak.

Kedua lembaga ini kemudian bergabung pada 2008 menjadi National Brain Tumor Society, memperkuat jaringan riset dan dukungan pasien di seluruh dunia. Selama Pekan Kesadaran Tumor Otak, masyarakat didorong untuk memakai warna oranye atau abu-abu, berbagi informasi di media sosial dengan tagar seperti #BrainTumorAwarenessWeek, dan mengikuti kegiatan amal untuk mendukung penelitian.

Melalui kampanye ini, dunia diingatkan bahwa kesadaran dan kepedulian bisa menyelamatkan banyak nyawa serta memberi harapan bagi para penyintas tumor otak di berbagai negara.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar