Hanya 70 Karyawan, Proyek RSUD Loekmono Hadi Terancam Tunda

Hanya 70 Karyawan, Proyek RSUD Loekmono Hadi Terancam Tunda

Hanya 70 Karyawan, Proyek RSUD Loekmono Hadi Terancam Tunda

Percepatan Pembangunan Gedung Pusat Layanan Stroke dan Onkologi di RSUD Loekmono Hadi Kudus

Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, menekankan pentingnya penambahan tenaga kerja dalam proyek pembangunan Gedung Pusat Layanan Stroke dan Onkologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus. Ia berharap agar jumlah pekerja dapat ditingkatkan dari sekitar 70 orang menjadi sekitar 100 orang agar pembangunan lima lantai tersebut dapat selesai tepat waktu.

Advertisement

Kami berharap ada penambahan pekerja menjadi sekitar 100 orang dari sebelumnya hanya 70-an orang, ujarnya usai memantau progres proyek di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Rabu.

Dengan penambahan tenaga kerja, Mardijanto berharap proyek dapat rampung sesuai target pada 27 Desember 2025. Ia juga menyarankan agar pekerjaan dilakukan secara bergilir siang dan malam untuk mengejar keterlambatan, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi memperlambat aktivitas lapangan.

Perlu ada strategi khusus agar pekerjaan bisa tetap berjalan dan selesai tepat waktu. Saat ini progres pembangunan baru mencapai 25 persen, sementara untuk proyek fisik Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah terealisasi 38 persen, tambahnya.

Sebelumnya, pihaknya berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) terkait perkembangan proyek senilai Rp44,6 miliar. Dari hasil koordinasi, progres pembangunan dinilai cukup positif dan masih sesuai jadwal.

Mardijanto menegaskan, sisa waktu sekitar 2,5 bulan harus dimanfaatkan optimal agar target penyelesaian tercapai.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, membenarkan bahwa pembangunan Gedung Pusat Layanan Stroke dan Onkologi baru terealisasi 25 persen. Tahap akhir proyek akan difokuskan pada pemasangan peralatan, yang diperkirakan bisa berjalan lebih cepat.

Sementara pembangunan IGD disebut Hakam berjalan sesuai target dan dievaluasi setiap pekan, bahkan menunjukkan deviasi positif.

Saya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sangat perhatian terhadap proyek-proyek ini. Terlebih kini memasuki musim hujan, kami berharap pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan dengan baik, ujarnya.

Hakam menekankan, pelaksana proyek harus memenuhi komitmen sesuai kesepakatan, karena sistem pembayaran dilakukan setiap termin berdasarkan capaian target. Jika tidak sesuai target, maka tidak akan dibayar, tegasnya.

Strategi Peningkatan Produktivitas Pekerjaan

Untuk memastikan proyek berjalan lancar, beberapa strategi telah dirancang oleh pihak terkait. Berikut adalah beberapa langkah yang diambil:

  • Peningkatan jumlah tenaga kerja
    Penambahan pekerja menjadi sekitar 100 orang dari sebelumnya hanya 70-an orang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses pembangunan.

  • Pengaturan jam kerja yang fleksibel
    Pekerjaan akan dilakukan secara bergilir siang dan malam. Strategi ini diharapkan mampu mengatasi potensi keterlambatan, terutama menjelang musim hujan yang sering kali mengganggu aktivitas lapangan.

  • Evaluasi berkala
    Progres pembangunan akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua tahapan berjalan sesuai rencana dan target yang ditetapkan.

  • Pemantauan terhadap proyek IGD
    Pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) telah mencapai 38 persen. Proses ini dinilai berjalan sesuai target dan bahkan menunjukkan deviasi positif.

Tantangan dan Solusi

Musim hujan merupakan salah satu tantangan besar dalam proyek pembangunan ini. Untuk mengatasi hal ini, pihak RSUD Loekmono Hadi Kudus telah menyiapkan strategi khusus. Beberapa solusi yang diterapkan antara lain:

  • Peningkatan kesiapan infrastruktur
    Pihak kontraktor diminta untuk mempersiapkan infrastruktur yang mampu menahan cuaca ekstrem. Hal ini termasuk penggunaan bahan bangunan yang tahan air dan penambahan saluran drainase.

  • Peningkatan keamanan dan keselamatan kerja
    Keamanan dan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama. Pihak proyek menjamin bahwa semua pekerja dilatih untuk menghadapi kondisi cuaca buruk.

  • Pemantauan intensif oleh pihak pengawas
    Pihak pengawas akan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan bahwa proyek tetap berjalan sesuai jadwal meskipun menghadapi tantangan cuaca.

Kesimpulan

Proyek pembangunan Gedung Pusat Layanan Stroke dan Onkologi di RSUD Loekmono Hadi Kudus sedang berlangsung dengan progres yang cukup positif. Meski masih ada tantangan seperti musim hujan, pihak terkait telah menyiapkan strategi untuk memastikan proyek selesai tepat waktu. Dengan penambahan tenaga kerja, pengaturan jam kerja yang fleksibel, dan evaluasi berkala, target penyelesaian pada 27 Desember 2025 diharapkan dapat tercapai.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar