
Pemanggilan Bantuan FBI untuk Menangkap Anggota Geng Kriminal di Guatemala
Pada Jumat (24/10/2025), pemerintah Guatemala mengumumkan rencana untuk meminta bantuan dari Amerika Serikat (AS) dalam menangkap kembali bos geng kriminal. Diketahui bahwa sebanyak 20 anggota dan bos geng Barrio 18 berhasil kabur dari penjara pekan lalu, sehingga memicu respons tegas dari pihak berwenang.
Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, menyatakan bahwa salah satu aksi pertamanya sebagai menteri adalah meminta kolaborasi dengan AS untuk mengirimkan tim FBI khusus yang akan membantu menangkap geng kriminal dan buronan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim FBI akan meningkatkan kemampuan pihaknya dalam mencari anggota geng tersebut. Hingga saat ini, masih ada 16 anggota geng yang belum tertangkap.
Kami membutuhkan semua bantuan yang memungkinkan. FBI memiliki kapabilitas untuk datang dan bekerja bersama kami untuk menangkap orang-orang tersebut secepatnya dan mengembalikannya ke penjara, ujarnya.
Hubungan AS dan Guatemala yang Semakin Erat
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan antara AS dan Guatemala semakin erat di berbagai bidang. Negara Amerika Tengah ini juga sudah bersedia menjadi tempat mencari suaka bagi pendatang ilegal dan menampung imigran yang dideportasi dari AS.
Villeda menyebut bahwa ia telah bertemu dengan sejumlah otoritas dari institusi di AS untuk menangani krisis keamanan di Guatemala. Selain itu, ia juga telah menghubungi organisasi internasional guna membantu menangani masalah ini.
Penetapan Geng Kriminal sebagai Organisasi Teroris
Di tengah situasi ini, Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo, telah meresmikan hukum anti-geng kriminal terbaru yang menetapkan geng kriminal sebagai organisasi teroris. Langkah ini dilakukan untuk memberikan sumber daya lebih besar dalam melawan geng kriminal.
Hukum ini telah dipertimbangkan selama bertahun-tahun, namun akhirnya disahkan setelah kaburnya 20 anggota geng kriminal Barrio 18 pekan lalu. Arevalo menyatakan bahwa kaburnya 20 anggota dan bos geng kriminal ini sudah direncanakan. Mereka memutuskan untuk kabur karena kondisi di dalam penjara semakin buruk di bawah kepemimpinan mantan Menteri Dalam Negeri, Francisco Jimenez.
Mundurnya Beberapa Pejabat di Guatemala
Pekan lalu, tiga pejabat keamanan di Guatemala memutuskan mundur dari jabatannya setelah kaburnya 20 anggota geng kriminal. Ketiganya adalah mantan Menteri Dalam Negeri, Francisco Jimenez, serta dua wakilnya yang mengawasi masalah penyelundupan narkoba dan sistem penjara.
AS turut mengecam kaburnya puluhan anggota geng tersebut dan mendesak otoritas Guatemala segera menangkap para teroris tersebut. Kaburnya anggota Barrio 18 ini terjadi setelah Washington menetapkan geng tersebut sebagai organisasi teroris.
Barrio 18 adalah salah satu geng kriminal terbesar di Amerika Utara. Jimenez menyatakan bahwa terdapat 12 ribu anggota dan kolaborator Barrio 18 di Guatemala, dan hanya 3 ribu di antaranya yang berada di dalam penjara.
Situasi Keamanan yang Memperburuk
Masalah keamanan di Guatemala semakin memperburuk situasi. Di tengah upaya pemerintah untuk menangani geng kriminal, kasus-kasus seperti deportasi anak-anak imigran asal Guatemala juga menjadi perhatian serius. Sebelumnya, sebuah bus jatuh ke jurang di Guatemala, menyebabkan 55 orang tewas. Pasukan Guatemala dan El Salvador juga telah membantu perang melawan geng di Haiti.
Komentar
Kirim Komentar