
Informasi Terbaru Mengenai Gempa di Garut, Jawa Barat
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis informasi mengenai gempa yang terjadi di wilayah barat laut Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 09:27:29 WIB. BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk memantau dan menganalisis berbagai fenomena meteorologi, klimatologi, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Kabupaten Garut memiliki batas wilayah dengan Kabupaten Tasikmalaya di sebelah timur dan Kabupaten Bandung di sebelah barat. Jarak antara Kabupaten Garut dengan Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, diperkirakan sekitar 65 hingga 75 kilometer, tergantung titik awal dan rute yang digunakan.
Gempa yang terjadi di Kabupaten Garut memiliki magnitudo 2.4. Magnitudo gempa adalah ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Waktu terjadinya gempa bumi sekira pukul 09:27:29 WIB pagi ini.
Titik koordinat gempa terkini berada di 7.13 LS, 107.77 BT. Pusat gempa terletak sejauh 17 km di barat laut Kabupaten Garut. Informasi mengenai kedalaman gempa menyebutkan bahwa gempa terjadi di kedalaman 11 km. Informasi ini dapat dilihat melalui laman resmi BMKG.
Berikut adalah informasi mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) dan dampak yang dapat dipelajari berdasarkan skala tersebut:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Komentar
Kirim Komentar