Gaji CEO Microsoft Naik 5 Kali Lipat Sejak Awal Bekerja

Gaji CEO Microsoft Naik 5 Kali Lipat Sejak Awal Bekerja

Advertisement

Gaji dan Kompensasi Satya Nadella Meningkat Drastis

Pada tahun 2025, gaji dan kompensasi yang diterima oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, mencapai angka yang sangat tinggi. Totalnya sebesar 96,5 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 triliun). Angka ini naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan dengan gaji yang ia terima pada tahun 2015 lalu, yaitu sebesar 18 juta dolar AS (sekitar Rp 299,7 miliar).

Sumber Utama Kenaikan Gaji

Sebagian besar kenaikan gaji ini berasal dari kepemilikan saham atau stock awards yang diberikan kepada Satya Nadella. Nilai dari stock awards tersebut mencapai 84 juta dolar AS (sekitar Rp 1,4 triliun). Hal ini menjadi salah satu komponen utama dalam sistem kompensasi untuk pejabat perusahaan besar.

Kenaikan harga saham Microsoft menjadi alasan utama meningkatnya nilai stock awards ini. Pada Oktober 2015, harga saham Microsoft berada di level 45 dolar AS (sekitar Rp 749.000) per lembar. Namun, di tahun 2025, harga saham perusahaan ini sudah menyentuh angka 520 dolar AS (sekitar Rp 8,6 juta) per lembar.

Komponen Lain dalam Kompensasi

Selain stock awards, Satya Nadella juga menerima insentif dan kompensasi lainnya. Di antaranya adalah bonus tunai sebesar 9,5 juta dolar AS (sekitar Rp 158 miliar), kompensasi tambahan sebesar 196.000 dolar AS (sekitar Rp 2,6 miliar), serta gaji pokok sebesar 2,5 juta dolar AS (sekitar Rp 41,6 miliar).

Peran Satya Nadella dalam Keberhasilan Microsoft

Kenaikan kompensasi ini mencerminkan peran penting Satya Nadella dalam memimpin Microsoft menjadi salah satu pemain utama di industri kecerdasan buatan (AI). Di bawah kepemimpinannya, Microsoft berhasil menjadi perusahaan kedua yang menembus kapitalisasi pasar hingga 4 triliun dolar AS (sekitar Rp 66.500 triliun) setelah Nvidia.

Bisnis Microsoft berkembang pesat melalui infrastruktur cloud dan AI Azure AI Foundry, server cloud Azure, serta aplikasi berbasis AI Copilot yang memberikan peningkatan bisnis dan pendapatan.

Strategi Perusahaan yang Tidak Sejalan

Meski gaji dan kompensasi Satya Nadella meningkat drastis, strategi perusahaan terlihat tidak sepenuhnya sejalan. Microsoft telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 15.000 karyawan di seluruh dunia pada pertengahan tahun 2025. Tujuannya adalah untuk efisiensi dan fokus pada strategi serta lini bisnis yang menguntungkan.

Kesimpulan

Perkembangan Microsoft di bidang AI dan infrastruktur cloud membawa dampak signifikan terhadap kenaikan harga saham perusahaan. Hal ini secara langsung memengaruhi kompensasi yang diterima oleh CEO Microsoft, Satya Nadella. Meskipun ada peningkatan pendapatan dan kapitalisasi pasar, langkah PHK yang dilakukan perusahaan menunjukkan adanya perubahan strategi dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar