Gabungkan Modernitas dan Tradisi Betawi, 3 Halte Ini Menang Sayembara

Gabungkan Modernitas dan Tradisi Betawi, 3 Halte Ini Menang Sayembara

Gabungkan Modernitas dan Tradisi Betawi, 3 Halte Ini Menang Sayembara

Revitalisasi Halte BRT Transjakarta dengan Kompetisi Desain

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan pemenang sayembara desain halte BRT Transjakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam revitalisasi halte yang bertujuan untuk memberikan wajah baru pada transportasi publik Ibu Kota.

Advertisement

Pengumuman lomba digelar di Halte Transjakarta Tosari. Penyerahan hadiah kepada pemenang dilakukan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, serta jajaran direksi.

Suasana tegang dan haru menyelimuti pengumuman pemenang. Transjakarta mengumumkan tiga pemenang dari masing-masing tiga desain halte yang telah disayembarakan. Suharini menjelaskan bahwa sayembara kali ini berfokus pada desain halte yang menjadi objek sayembara adalah Halte Lebak Bulus, Halte Taman Sari, dan Halte Mampang Prapatan.

Kesan yang dirasakan oleh Suharini sangat menyenangkan. Ia menyampaikan salam hormat dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memberikan atensi terhadap kegiatan ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transportasi umum, karena Jakarta saat ini terus melakukan transformasi terhadap transportasi publik.

Para pemenang telah lolos seleksi dari 220 peserta yang dinilai mulai dari seleksi administrasi hingga presentasi di hadapan dewan juri pada 23 Oktober 2025 dengan total hadiah senilai Rp150 juta. Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa arsitektur di seluruh Indonesia untuk menyalurkan ide kreatif dalam merancang halte yang fungsional, modern, ramah lingkungan, dan mencerminkan budaya Betawi.

Sayembara ini mengusung tema Betawi-Inspired Sustainable Urban Transit Design, yang mendorong integrasi antara nilai-nilai lokal khas Jakarta dengan prinsip desain berkelanjutan dan teknologi modern. Halte dirancang bukan sekadar tempat menunggu bus, tetapi juga sebagai ruang publik yang inklusif dan berdaya guna.

Tiga lokasi halte yang menjadi objek sayembara masing-masing memiliki karakter dan tantangan desain berbeda sesuai konteks kawasan. Peserta dapat memilih salah satu lokasi untuk dikembangkan menjadi rancangan terbaik. Pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 24 Agustus 2025, tanpa biaya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan melalui kegiatan ini harapannya mendapatkan talenta-talenta terbaik dan menunjukkan bahwa TransJakarta adalah tempat berkarya dan berkarier yang menjanjikan di Indonesia. Ia menambahkan bahwa tiga halte yang menjadi objek sayembara ini merupakan model yang akan dijadikan standar.

Ada halte ujung seperti di Lebak Bulus, halte transit, dan halte antara. Pemilihan tiga halte ini dilakukan karena memiliki tingkat kesulitan berbeda, sehingga bisa menjadi acuan dalam penyempurnaan desain halte-halte Transjakarta ke depan. Sayembara ini tidak serta merta membuat tiga halte tersebut langsung dibangun, melainkan sebagai model untuk menyusun standar halte yang ideal.

Dari 221 peserta, terkumpul 63 karya. Ia ingin kota ini dibangun dengan standar Global City, termasuk menghadirkan transportasi yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Selain itu, Welfizon menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal.

Desain halte harus berkonsep green design serta mengangkat nilai-nilai budaya Betawi. Tema yang kami angkat adalah bagaimana budaya Betawi bisa menjadi inspirasi dalam karya dan bangunan. Inspirasi tersebut tidak hanya dari warna atau bentuk, tetapi juga dari filosofi budaya Betawi yang terbuka dan sederhana. Nilai nggak ribet itulah yang berhasil diterjemahkan dengan baik oleh para finalis.

Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa sayembara ini merupakan wujud keterlibatan publik, khususnya generasi muda, dalam membentuk masa depan ruang kota Jakarta. Kami ingin mengundang para mahasiswa arsitektur di seluruh Indonesia untuk turut berkontribusi melalui ide dan gagasan baru. Desain halte yang dihasilkan diharapkan tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga merefleksikan karakter Jakarta yang berbudaya, modern, dan berkelanjutan.

Melalui kompetisi ini, Transjakarta berupaya mendapatkan rancangan yang inovatif sekaligus mampu menjadi acuan dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pembangunan fisik halte di masa mendatang. Halte diharapkan menjadi simbol integrasi antara mobilitas, budaya, dan kenyamanan kota Jakarta.

Berikut para pemenang Sayembara Desain Halte BRT Transjakarta 2025:

Halte Taman Sari

  • Juara 1 dimenangkan oleh S+A Design dengan judul karya Arteri
  • Juara 2 dimenangkan oleh Vesta Fora dengan judul karya Simpul Kota Budaya dan Mobilitas Jakarta
  • Juara 3 dimenangkan oleh Studio Af dengan judul karya Arung Gerbang

Halte Mampang Prapatan

  • Juara 1 dimenangkan oleh Bimasakti Garudeya dengan judul karya Transjakarta Betawi Vision
  • Juara 2 dimenangkan oleh Sayem Karsa Studio dengan judul karya Dialektika Budaya Betawi dan Mobilitas Urban
  • Juara 3 dimenangkan oleh KAI dengan judul karya Lenggok

Halte Lebak Bulus

  • Juara 1 dimenangkan oleh Tapak Jagat dengan judul karya Gerbang Selatan Jakarta
  • Juara 2 dimenangkan oleh Langkah Kecil dengan judul karya Babad Betawi
  • Juara 3 dimenangkan oleh Mugiwara Architect dengan judul karya City Peek



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar