French Open 2025 - Harapan Malaysia, Murid Herry IP Fokus pada Aspek Mental Lawan Fajar/Fikri

French Open 2025 - Harapan Malaysia, Murid Herry IP Fokus pada Aspek Mental Lawan Fajar/Fikri

Advertisement

Pasangan Ganda Putra Malaysia Melangkah ke Semifinal French Open 2025

Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, menjadi satu-satunya wakil negara tersebut yang berhasil melangkah hingga semifinal French Open 2025. Dengan kemenangan mereka atas pasangan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dengan skor 21-19, 16-21, 21-19, Chia dan Soh mempertahankan harapan Malaysia di Rennes, Prancis.

Kemenangan ini juga menjadi momen penting bagi Chia dan Soh, karena ini adalah pertama kalinya sejak 2021 mereka mampu mencapai semifinal French Open. Mereka dilatih oleh pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi, yang memberikan dukungan besar dalam perjalanan mereka.

Aaron Chia mengakui bahwa meskipun kemenangan ini penting, masih ada area yang perlu ditingkatkan. Ia menyebutkan bahwa situasi sulit harus dikelola dengan lebih baik, terutama dalam momen-momen krusial.

"Ini masih tentang momen-momen krusial, terlepas dari apakah kami unggul atau tertinggal," ujar Aaron. "Ketika skor sekitar 16 atau 17, kami harus lebih tenang secara taktis dan memainkan pukulan yang ingin kami mainkan. Itulah area yang harus terus kami tingkatkan."

Soh Wooi Yik juga menyampaikan bahwa kelelahan mulai muncul setelah perjalanan panjang di Eropa. Namun, ia memuji persiapan mental yang telah dilakukan oleh timnya.

"Kondisi kami belum 100 persen, tetapi kami siap secara mental untuk tur Eropa ini. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik," ujarnya. "Pelatih kami memberi tahu kami untuk berlatih khusus untuk perjalanan ini, jadi kami lebih fokus pada sisi mental daripada fisik. Senang melihat kami masih bisa memainkan pertandingan taktis meskipun kami lelah."

Chia/Soh akan menghadapi wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shobihul Fikri, di babak semifinal. Fajar/Fikri berhasil melaju setelah mengalahkan Arif Junaidi/Yap Roy King dengan skor 21-14, 24-22. Meski demikian, Arif/Yap mendapatkan apresiasi dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) karena mencapai perempat final Super 750 pertama mereka dan menekan lawan yang lebih berpengalaman.

Di sisi lain, pasangan ganda putra nomor 5 dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, juga menunjukkan potensi mereka saat melawan pasangan nomor 1 dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae dari Korea Selatan. Sayangnya, mereka kalah dengan skor 18-21, 21-14, 21-10.

Selain itu, pasangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani juga disingkirkan oleh pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, dengan skor 21-14, 17-21, 25-23. Meskipun sempat memegang tiga match point di gim penentuan, mereka gagal meraih kemenangan.

Di sektor ganda putri, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan menghadapi perlawanan ketat dari juara Olimpiade Paris asal China, Chen Qing Cen/Jia Yi Fan. Akhirnya, mereka kalah dengan skor 16-21, 16-21.

Pertandingan yang Menguras Tenaga dan Strategi

Pertandingan-pertandingan di French Open 2025 tidak hanya menguji kemampuan teknis para atlet, tetapi juga mental dan strategi mereka. Setiap laga penuh dengan tekanan, terutama ketika skor mendekati akhir setiap gim.

Para pemain Malaysia, termasuk Chia/Soh, terus berusaha meningkatkan performa mereka. Dari segi taktik, mereka belajar untuk tetap tenang dan mengambil keputusan yang tepat di momen kritis. Hal ini sangat penting dalam pertandingan yang sering kali berlangsung sangat ketat.

Selain itu, faktor kelelahan juga menjadi tantangan tersendiri. Perjalanan panjang ke Eropa, serta kompetisi yang padat, membuat kondisi fisik para atlet tidak selalu optimal. Namun, persiapan mental yang matang membantu mereka tetap fokus dan bermain dengan strategi yang baik.

Dengan kemenangan yang diraih, Chia/Soh dan pasangan-pasangan lainnya memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi mereka di babak semifinal. Di sana, mereka akan menghadapi lawan-lawan tangguh yang juga memiliki kemampuan luar biasa.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar