
Penggerebekan Pesta Gay di Surabaya, 34 Pria Terlibat dengan 29 Orang Positif HIV
Penggerebekan pesta gay yang terjadi di Ngagel, Kota Surabaya, Jawa Timur, mengejutkan masyarakat. Dalam kejadian tersebut, polisi berhasil menangkap 34 pria, di mana 29 di antaranya positif HIV. Selain itu, ada satu dari mereka yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terlibat dalam acara ini.
Fakta-Fakta Penting Mengenai Pesta Gay di Hotel Surabaya
1. 29 dari 34 Pria Positif HIV
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa dari total 34 pria yang diamankan, sebanyak 29 orang dinyatakan positif HIV. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya.
Menurut Nanik, mayoritas dari para tersangka adalah warga luar kota. Saat ini, pihak Dinkes sedang berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk memastikan pengobatan yang tepat bagi mereka. Hal ini dilakukan karena para tersangka masih dalam proses penyidikan.
2. 6 Pria Berperan Jadi Wanita
Dalam kasus ini, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Octo Mamoto, menjelaskan bahwa dari 34 tersangka, enam orang berperan sebagai wanita dalam hubungan seksual. Peran-peran ini mencakup inisiator, penyandang dana, admin media sosial, hingga peserta yang mendaftar melalui grup media sosial.
AKBP Edy Herwiyanto, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, menambahkan bahwa para tersangka terbagi ke dalam beberapa klaster, seperti klaster pendana, klaster admin utama dan pembantu, serta peserta. Semua tersangka telah ditetapkan sebagai pelaku dan saat ini dalam proses penyidikan.
3. Kronologi Pesta Digelar
Kasus ini dimulai ketika pelaku berinisial RK menghubungi temannya MR untuk meminta dana membuat acara tersebut. Keduanya sudah saling kenal karena pernah mengikuti acara serupa sebelumnya.
MR setuju dan langsung mengirimkan uang senilai Rp1.780.000 untuk memesan dua kamar hotel dan Rp435.000 untuk poppers sebagai doorprize. Uang tersebut ditransfer ke rekening RK.
Setelah menerima dana, RK menyebarkan informasi tentang acara "Siwalan Party" melalui grup WhatsApp bernama Surabaya X-Mail 2. Ia juga menunjuk tujuh orang sebagai admin pembantu yang saling mengenal.
Hari H acara, Sabtu (18/10/2025), pendaftaran dimulai pada pukul 18.00-21.00 WIB. Setelah itu, beberapa permainan dilakukan hingga acara puncak berlangsung pada pukul 22.00 WIB. Sebanyak 34 orang ditangkap oleh aparat kepolisian sekitar pukul 23.00 WIB.
4. Ada ASN Ikut Digerebek
Iptu Eddie Mamotor mengungkapkan bahwa salah satu tersangka adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Sidoarjo. Pernyataan ini didasarkan pada video yang menunjukkan seorang polisi bertanya kepada salah satu tersangka mengenai pangkat golongannya.
Eddie mengonfirmasi bahwa ada satu ASN yang ikut digerebek. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, mengatakan belum menerima informasi resmi dari pihak kepolisian.
5. Pihak Hotel Ikut Diperiksa
Untuk memastikan apakah pihak hotel terlibat dalam kejadian ini, Polrestabes Surabaya memeriksa satpam, resepsionis, dan pegawai hotel lainnya. AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan bahwa pihak hotel sedang dimintai keterangan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan mereka.
Perwakilan manajemen hotel, Rusdi, mengaku belum mengetahui adanya pemeriksaan terhadap hotel. Menurutnya, informasi ini belum sampai ke levelnya, dan kemungkinan hanya diterima oleh general manager atau chief security.
Komentar
Kirim Komentar