
Penanganan Bencana Tanah Longsor di Tiga Kecamatan Purbalingga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sedang menangani bencana tanah longsor yang terjadi di tiga kecamatan, yaitu Karanganyar, Kaligondang, dan Mrebet. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras pada Selasa 21 Oktober 2025 sore hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan, seperti asesmen lokasi, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan logistik. Alat berat juga dikerahkan di Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, untuk mempercepat pembukaan akses jalan warga.
Tanah longsor terjadi di beberapa desa, antara lain:
-
Desa Kaliori dan Maribaya (Kecamatan Karanganyar)
Di Desa Kaliori, tebing setinggi 12 meter dan lebar 10 meter longsor menutup jalan penghubung antar-dusun sepanjang 50 meter. Timbunan setinggi 23 meter mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, di Desa Maribaya, longsoran dari tebing setinggi 5 meter dengan lebar 2 meter mengenai bagian samping rumah milik Khoerun (39), dengan estimasi kerugian Rp1,5 juta. -
Desa Arenan (Kecamatan Kaligondang)
Di sini, tebing setinggi 12 meter dengan panjang 10 meter dan lebar 5 meter longsor, namun tidak mengenai rumah milik Sumarjo. Tembok keliling ukuran 14x10 meter di belakang toko milik Suratno runtuh dan menutup jalan setapak, diperkirakan menimbulkan kerugian Rp5 juta. Fondasi keliling 8x1,5 meter milik Samiarjo Al Samir juga terancam ambruk dengan estimasi kerugian Rp1 juta. -
Desa Tangkisan (Kecamatan Mrebet)
Longsoran terjadi di empat titik dengan total kerugian diperkirakan lebih dari Rp28 juta. Secara keseluruhan, total kerugian material akibat longsor di empat wilayah ini mencapai sekitar Rp35 juta dan masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.
Kolaborasi dalam Penanganan Bencana
Untuk mempercepat penanganan, BPBD bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Dinas PUPR, Damkar, PMI, Banser, Baznas, dan perangkat desa. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, matras, dan karung plastik untuk kebutuhan darurat.
Di Desa Kaliori, akses jalan utama saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, Prayitno tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi.
Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat kami minta tetap berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar tebing dan daerah rawan longsor, tambahnya.
Perkembangan Terkini
Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. BPBD terus memantau situasi dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.
Komentar
Kirim Komentar