
Empat Korban Lakalantas di Perempatan Batu 8 Masih Dirawat di Rumah Sakit
Empat korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perempatan Batu 8 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib. Keempat korban tersebut masing-masing memiliki inisial Frm (57), Irf (29), Sa (36), dan Mlw (9).
Dokter pelayanan medis RSUD RAT, dr. Darfius mengatakan bahwa para korban sedang dalam proses pemulihan. "Para korban rata-rata mengalami luka lecet di bagian tangan dan badan," ujarnya pada Jumat (24/10/2025). Ia menambahkan bahwa semua korban dalam kondisi sadar dan akan segera diperbarui informasinya.
Seorang pria yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan bahwa korban Sa (36) saat ini sudah mulai membaik. "Barusan saya jenguk. Tunggu pemulihan saja," ujar pria itu tanpa menyebutkan namanya. Ia belum mau berkomentar banyak dan hanya meminta doa agar keluarganya cepat pulih kembali.
Untuk diketahui, keempat korban merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor. Mereka ditabrak oleh truk dari belakang di turunan perempatan Batu 8 Tanjungpinang. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, jalan tersebut sedikit menurun. Khusus dari arah Tanjunguban, hanya satu lajur yang digunakan karena satu lajur sebelah kanan ditutup akibat pekerjaan pemasangan pipa.
Penutupan jalan itu menggunakan barrier yang dibaluti tali sepanjang kurang lebih 100 meter. Di lokasi tampak sparepart sepeda motor berserakan di jalan serta beberapa bercak darah yang masih menempel di badan jalan. Perempatan tersebut sengaja ditutup karena sering terjadi kecelakaan.
Lajur yang masih dibuka adalah arah Tanjunguban ke Batu 7 Tanjungpinang dan arah dari Tanjunguban belok kiri menuju ke Batu 9 Tanjungpinang. Sementara jalur lurus dari Batu 9 ke Kota Piring ditutup menggunakan barrier orange. Penutupan ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang setahun terakhir ini. Namun, kecelakaan tetap saja terjadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, selama tahun 2025 ini, sudah belasan kecelakaan yang terjadi di perempatan strategis tersebut.
Faktor-faktor yang Menyebabkan Kecelakaan di Perempatan Batu 8
Beberapa faktor berkontribusi pada tingginya angka kecelakaan di perempatan Batu 8 Tanjungpinang:
-
Jalur sempit dan tidak merata
Jalur yang tersedia sangat terbatas, terutama dari arah Tanjunguban. Hal ini menyebabkan kemacetan dan risiko tabrakan meningkat. -
Pekerjaan infrastruktur
Proyek pemasangan pipa menyebabkan penutupan jalur, sehingga pengemudi harus melewati jalur yang lebih sempit dan licin. -
Permukaan jalan yang licin
Aliran air dari proyek pemasangan pipa membuat permukaan jalan menjadi licin, meningkatkan risiko kecelakaan. -
Kurangnya pengawasan lalu lintas
Meskipun ada penutupan jalur, kurangnya pengawasan dan penandaan yang jelas bisa memicu kesalahan pengemudi.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Kecelakaan
Pemerintah setempat telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kecelakaan di perempatan tersebut, antara lain:
-
Penutupan jalur tertentu
Beberapa jalur ditutup untuk memastikan keamanan pengemudi dan pejalan kaki. -
Pemasangan barrier
Barrier digunakan sebagai pembatas untuk memandu arus lalu lintas. -
Peningkatan pengawasan
Petugas lalu lintas rutin melakukan patroli di area rawan kecelakaan.
Namun, meski ada upaya-upaya tersebut, kecelakaan masih sering terjadi. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah lebih efektif dan koordinasi yang lebih baik antara instansi terkait dan masyarakat sekitar.
Komentar
Kirim Komentar