
Dua Proyek Rekonstruksi Jembatan di Sampang Terlambat
Dua proyek rekonstruksi jembatan yang berada di Kabupaten Sampang, Madura, kini tengah menghadapi keterlambatan dalam pengerjaan. Keterlambatan ini terjadi meskipun masa kontrak kerja kedua proyek tersebut telah berakhir pada 24 Oktober 2025. Hingga saat ini, aktivitas pembangunan masih berlangsung di lapangan.
Proyek yang dimaksud adalah rekonstruksi Jembatan Daleman-Pasarenan di Kecamatan Kedungdung dan Jembatan Somber-Tambelangan di Kecamatan Tambelangan. Jembatan Daleman-Pasarenan dikerjakan oleh CV Al-Qudz dengan nilai kontrak sebesar Rp2,1 miliar, sedangkan Jembatan Somber-Tambelangan dikerjakan oleh CV Bintang Kenari dengan nilai kontrak sebesar Rp1,6 miliar.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang, Aang Djunaidi, membenarkan bahwa masa kontrak kedua proyek tersebut telah berakhir. Ia menyatakan bahwa BPBD telah mengeluarkan surat peringatan (SP) 3 kepada kedua kontraktor. Selain itu, adendum waktu pelaksanaan juga dilakukan agar proyek tetap bisa diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebagai konsekuensi atas keterlambatan, kontraktor dikenakan denda sebesar 1/1000 per hari dari nilai kontrak. Hal ini menunjukkan bahwa BPBD sangat serius dalam menjaga kepatuhan terhadap kontrak yang telah ditandatangani.
Menurut Aang, faktor utama keterlambatan adalah cuaca ekstrem. Hujan deras yang melanda wilayah Kedungdung dan Tambelangan dalam beberapa hari terakhir membuat proses pengecoran terhambat. Cuaca yang tidak menentu sangat memengaruhi target pekerjaan yang telah direncanakan.
Meski demikian, BPBD telah meminta rekanan untuk mempercepat penyelesaian dengan menambah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja. "Kami sudah minta mereka kerja lembur dan menambah pekerja," ujar Aang.
Pantauan di lapangan pada 25 Oktober 2025 menunjukkan bahwa pekerjaan fisik di Jembatan Daleman-Pasarenan masih berlangsung. Beberapa item pekerjaan belum tuntas, seperti pengecoran lantai jembatan (deck slab), pembuatan dinding penahan tanah, serta pemasangan pagar dan bangunan pelengkap.
Faktor Penyebab Keterlambatan
Berikut beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam pengerjaan dua proyek rekonstruksi jembatan:
- Cuaca ekstrem: Hujan deras yang terus-menerus menghambat proses pengecoran dan pengerjaan lainnya.
- Keterbatasan sumber daya: Peningkatan jumlah tenaga kerja dan jam kerja diperlukan untuk mempercepat pengerjaan.
- Adendum waktu pelaksanaan: Perpanjangan waktu diberikan agar proyek dapat diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Tindakan yang Dilakukan BPBD
BPBD Sampang telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi keterlambatan dalam pengerjaan proyek. Berikut tindakan yang dilakukan:
- Mengeluarkan SP 3: Surat peringatan diberikan kepada kedua kontraktor sebagai bentuk kebijakan pengawasan.
- Meminta kontraktor bekerja lebih cepat: Kontraktor diminta untuk menambah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja.
- Mengenakan denda: Sebagai konsekuensi atas keterlambatan, kontraktor dikenakan denda sebesar 1/1000 per hari dari nilai kontrak.
Status Pekerjaan di Lapangan
Saat ini, pekerjaan di Jembatan Daleman-Pasarenan masih berlangsung. Beberapa bagian seperti pengecoran lantai jembatan (deck slab), pembuatan dinding penahan tanah, serta pemasangan pagar dan bangunan pelengkap belum selesai. Hal ini menunjukkan bahwa proyek masih membutuhkan waktu tambahan untuk diselesaikan secara keseluruhan.
Komentar
Kirim Komentar