Peran Indonesia dalam IMARC 2025 sebagai Pusat Mineral Strategis Dunia

Keterlibatan Indonesia dalam Indonesia International Mining and Resources Conference & Expo (IMARC) yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2025 di Sydney, Australia, menjadi kesempatan penting bagi para investor, peneliti, dan pelaku industri untuk menjajaki kemitraan di sektor mineral strategis. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi tetapi juga sebagai wadah diplomasi ekonomi global.
Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, menekankan bahwa kehadiran Indonesia dalam IMARC 2025 merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang lebih luas. Ia menyebutkan bahwa IMARC adalah konferensi dan pameran terbesar di Australia yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan industri pertambangan global, mulai dari perusahaan tambang, penyedia teknologi dan jasa, investor, hingga regulator dan pemerintahan.
IMARC 2025 memiliki tagline "Australias largest mining event connecting global mining leaders with technology, finance and the future." Acara ini mencakup seluruh rantai nilai industri pertambangan, mulai dari eksplorasi, pengembangan, produksi, hingga penutupan tambang dan rehabilitasi. Dengan demikian, IMARC bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga platform untuk membangun kolaborasi lintas sektor.
Keterlibatan MIND ID dalam IMARC 2025

Indonesia diwakili oleh Holding Industri Pertambangan MIND ID dalam IMARC 2025. Dengan tema "Journey of Indonesian Minerals," acara ini menampilkan peta jalan hilirisasi yang menunjukkan bagaimana kekayaan sumber daya alam Indonesia diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Siswo Pramono menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam IMARC 2025 bertujuan memperkuat citra negara sebagai pusat mineral strategis dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 25 persen cadangan nikel dunia, serta sumber daya bauksit, timah, dan logam tanah jarang yang sangat potensial. Hal ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam pasokan bahan mentah, bukan hanya sebagai pemasok tetapi juga sebagai mitra industri dan teknologi dalam mendukung transisi energi global.
Booth MIND ID di IMARC 2025 menampilkan beragam produk hilirisasi mineral dan batu bara yang berasal dari seluruh anggota holding. Produk-produk ini menunjukkan perkembangan industri pertambangan Indonesia yang kini tidak lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi telah berkembang menjadi industri bernilai tinggi yang kompetitif di pasar global.
Fokus pada Unsur Tanah Jarang (REE)

Salah satu fokus utama yang menarik perhatian adalah potensi Unsur Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE) Indonesia. REE merupakan komponen penting dalam pengembangan kendaraan listrik, semikonduktor, teknologi pertahanan, dan sistem energi terbarukan. Potensi REE yang berasal dari mineral sampingan seperti monasit dan zirkon pada tambang timah dan bauksit menjadikan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasok global.
Siswo menambahkan bahwa memanfaatkan potensi mineral kritis di Tanah Air sejalan dengan visi Indonesia dalam membangun industri hijau dan berkelanjutan. Partisipasi Indonesia dalam IMARC 2025 bukan hanya memperkuat jejaring global, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, investasi, dan pengembangan teknologi bersama mitra Australia. Dengan demikian, IMARC 2025 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas dan komitmennya dalam industri pertambangan yang berkelanjutan dan inovatif.
Komentar
Kirim Komentar