
Kehadiran CHANGAN di Indonesia: Membuka Era Mobilitas Berkelanjutan
Indonesia kembali menyambut kehadiran perusahaan otomotif asal Tiongkok, CHANGAN Automobile, yang resmi masuk ke pasar dalam negeri melalui kerja sama dengan Indomobil Group. Kehadiran CHANGAN diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri otomotif nasional serta mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Produk Pertama yang akan Diluncurkan
Dalam kolaborasi ini, CHANGAN dan Indomobil Group akan memperkenalkan dua model pertamanya di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berlangsung pada 2130 November mendatang di ICE BSD City, Tangerang. Kedua model tersebut adalah city car listrik dan SUV premium, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen lokal akan kendaraan yang bergaya, efisien, dan ramah lingkungan.
Kolaborasi Strategis dengan Indomobil Group
Untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia, CHANGAN menggandeng Indomobil Group sebagai mitra strategis. Kerja sama ini mencakup distribusi kendaraan, layanan purna jual, hingga rencana produksi lokal di masa depan. Hal ini menunjukkan komitmen CHANGAN untuk membangun infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Indomobil dan CHANGAN akan terus memperkuat kerja sama dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan dan mendukung akselerasi elektrifikasi nasional, ujar Chief Executive Officer CHANGAN Indonesia, Setiawan Surya.
Potensi Pasar Indonesia dalam Transisi Kendaraan Listrik
Henry Huang, Regional Director Sales Department CHANGAN Automobile, menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam transisi menuju kendaraan listrik. Melalui kemitraan dengan Indomobil, pihaknya berkomitmen menghadirkan produk dan teknologi global CHANGAN yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Produk-produk tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
Teknologi Inovatif yang Dikembangkan oleh CHANGAN
CHANGAN dikenal sebagai pelopor dalam pengembangan teknologi otomotif. Perusahaan ini memiliki pabrik pintar berbasis 5G pertama di dunia, yaitu CHANGAN Digital Smart Factory di Yubei, Chongqing. Fasilitas seluas 770.000 meter persegi itu mampu memproduksi hingga 280.000 unit per tahun dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi, hasil kolaborasi dengan Huawei dan China Unicom.
Selain itu, CHANGAN juga mengembangkan sejumlah inovasi elektrifikasi, seperti Golden Shield Battery, baterai solid-state pertama di dunia dengan sistem pemanasan gelombang frekuensi tinggi. Teknologi ini memberikan keandalan dan keamanan yang lebih baik dibandingkan baterai konvensional.
Teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV/REEV)
CHANGAN juga telah mengembangkan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV/REEV), yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 1.150 kilometer dengan kombinasi motor listrik dan mesin bensin sebagai generator daya. Berbeda dari sistem hybrid konvensional, motor listrik menjadi satu-satunya penggerak roda, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik tambahan. Sistem ini menghasilkan pengalaman berkendara senyap dan responsif seperti mobil listrik murni, tanpa kekhawatiran soal ketersediaan stasiun pengisian daya.
Keselarasan dengan Tujuan Pemerintah
Kehadiran CHANGAN di Indonesia sejalan dengan target pemerintah mencapai Net Zero Carbon 2060 dan memperluas adopsi kendaraan listrik hingga 2 juta unit pada 2030. Melalui kolaborasi dengan Indomobil, CHANGAN berencana berkontribusi terhadap pengembangan industri otomotif nasional, termasuk transfer teknologi dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
CHANGAN ingin menjadi bagian dari transformasi industri otomotif Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, cerdas, dan mandiri, ujar Henry.
Komentar
Kirim Komentar