
Perhatikan Tanda-tanda Kebocoran Cairan di Bawah Mobil
Ketika Anda melihat adanya cairan yang menetes di bawah mobil, sebaiknya segera diperiksa. Bekas cairan yang terlihat pada lantai akan lebih jelas setelah mobil berpindah tempat. Jika memang ada bekas tetesan, penting untuk mengenali jenis cairannya agar bisa mengetahui penyebabnya.

Jenis-Jenis Cairan yang Umum Terjadi
Cairan di dalam mobil umumnya terdiri dari tiga jenis utama, yaitu air, oli, dan minyak. Masing-masing memiliki ciri khas yang dapat membantu Anda mengidentifikasinya:
- Air:
Air biasanya jernih atau berwarna merah. Untuk air AC (Air Conditioner), biasanya muncul dari selang pembuangan AC yang terletak di bawah dasbor sebelah kiri atau kanan. Ini adalah hal wajar karena salah satu fungsi sistem AC adalah menghasilkan air kondensasi.

- Oli:
Oli biasanya berwarna coklat kehitaman dan terasa licin saat dipegang. Warna coklat menunjukkan oli yang belum lama digunakan, sedangkan warna hitam menandakan oli yang sudah lama digunakan. Letak kebocoran oli mesin biasanya di bawah mesin, sementara oli transmisi dan gardan umumnya berada di bawah transmisi. Kebocoran oli transmisi jarang terjadi, tetapi bisa disebabkan oleh penutup lubang pengeluaran yang tidak rapat atau gasket yang tidak diganti.

- Minyak:
Minyak bisa berwarna merah atau jernih. Ciri khasnya adalah licin saat dipegang. Minyak rem, power steering, dan transmisi otomatis biasanya berwarna merah. Jika cairan berada di bawah transmisi, kemungkinan besar itu adalah minyak transmisi otomatis. Sedangkan jika berada di bawah pompa power steering, maka bisa jadi terjadi kebocoran pada sistem tersebut. Minyak rem biasanya jernih dan memiliki aroma menyengat.

Pentingnya Mengenali Lokasi Tetesan
Selain mengenali jenis cairannya, penting juga untuk mengetahui lokasi tetesan. Dengan mengetahui letaknya, Anda bisa menentukan komponen mana yang bermasalah. Misalnya, jika cairan berada di bawah mesin, bisa jadi itu adalah cairan pendingin radiator atau oli mesin. Sementara jika berada di bawah transmisi, kemungkinan besar itu adalah minyak transmisi.
Langkah yang Harus Dilakukan
Jika Anda masih ragu dengan ciri-ciri cairan yang ditemukan, sebaiknya periksa langsung dari tempat penampungan cairan, oli, atau minyak di mobil Anda. Jika sudah diketahui ada kebocoran dan masih dalam kategori sedikit, sebaiknya isi ulang menggunakan cairan atau oli yang sesuai. Namun, jika kebocoran cukup parah, lebih baik segera datangi bengkel langganan Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan mengenali tanda-tanda kebocoran cairan di bawah mobil, Anda bisa mencegah kerusakan yang lebih serius dan menjaga kenyamanan serta keselamatan saat berkendara.
Komentar
Kirim Komentar