Bisnis Kartu Syariah Berkembang Pesat

Bisnis Kartu Syariah Berkembang Pesat


Pertumbuhan Bisnis Kartu Pembiayaan Syariah di Tengah Tahun Ini

Advertisement

Bisnis kartu pembiayaan, khususnya kartu kredit berbasis prinsip syariah, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di sisa tahun ini. Berbagai bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) perbankan berhasil mencatatkan peningkatan dalam jumlah baki debet dan transaksi kartu pembiayaan syariah. Hal ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap produk keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Pertumbuhan Signifikan di PT Bank Mega Syariah

Salah satu contoh yang menarik adalah PT Bank Mega Syariah. Hingga September 2025, realisasi pembiayaan Syariah Card mencapai Rp 222,06 miliar, tumbuh sebesar 130% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan posisi pada September 2024. Selain itu, jumlah kartu yang diterbitkan juga meningkat drastis, yaitu sekitar 118% YoY menjadi 65.000 kartu.

Eva Dahlia, Head of Syariah Card Division Bank Mega Syariah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah yang transparan dan bebas riba. Menurutnya, penggunaan Syariah Card tidak hanya terbatas pada kebutuhan konsumtif, tetapi juga digunakan untuk kebutuhan produktif dan sosial seperti belanja di merchant halal, perjalanan ibadah, hingga menyalurkan sedekah.

Eva menargetkan hingga akhir tahun 2025, Bank Mega Syariah dapat menerbitkan sekitar 70.000 kartu dengan target nilai transaksi Syariah Card mencapai sekitar Rp 250 miliar. Untuk mendukung pertumbuhan ini, strategi pengembangan dilakukan melalui kolaborasi dengan ekosistem CT Corpora, digitalisasi fitur di aplikasi m-Syariah, perluasan jaringan merchant, serta program promosi poin yang bisa ditukar dengan sedekah.

Tren Positif di UUS PT CIMB Niaga

Tidak hanya Bank Mega Syariah, tren pertumbuhan kartu pembiayaan syariah juga terlihat di UUS PT CIMB Niaga. Total transaksi kartu pembiayaan syariah CIMB Niaga mencapai sekitar Rp 3,4 triliun per Agustus 2025, tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Jumlah kartu yang telah diterbitkan sekitar 750 ribu kartu.

Direktur Syariah Bank CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, menargetkan hingga Desember 2025, jumlah pemegang kartu akan meningkat menjadi sekitar 800 ribu kartu. Ia berharap tren kenaikan total transaksi terus berlanjut sehingga bisa mencapai sekitar Rp 5 triliun di akhir tahun 2025.

Meski pertumbuhan terus meningkat, CIMB Niaga Syariah tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaannya. Tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) tercatat masih di bawah 5%, menunjukkan manajemen risiko yang baik serta selektivitas dalam penyaluran pembiayaan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, CIMB Niaga Syariah menjalankan beberapa strategi, antara lain:

  • Menggencarkan program akuisisi nasabah baru
  • Meningkatkan program transaksi di berbagai merchant
  • Memperluas channel digital melalui platform OCTO Mobile dan OCTO Clicks
  • Mengoptimalkan penjualan melalui telesales, mobile sales, dan jaringan cabang
  • Menawarkan program konversi cicilan baik dari transaksi maupun total tagihan

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi CIMB Niaga Syariah di pasar kartu pembiayaan syariah yang semakin kompetitif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Kesiapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dengan strategi yang terus dikembangkan dan pertumbuhan yang stabil, bisnis kartu pembiayaan syariah di Indonesia tampaknya siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Tidak hanya memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, bank-bank syariah juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan dan memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis ini diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar