
Banjir di Desa Takibangke, Kecamatan Ulubongka
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sejak Kamis (23/10) menyebabkan banjir di Desa Takibangke, Kecamatan Ulubongka. Debit air Sungai Paranongge meningkat secara tiba-tiba dan menghantam jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses utama menuju Dusun Linte. Akibatnya, jalur penghubung itu kini terputus total.
Banjir terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WITA setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan pegunungan di sekitar Sungai Paranongge. Luapan air membawa material lumpur dan potongan kayu, menghantam jembatan darurat yang baru beberapa bulan lalu dibangun sebagai akses sementara bagi warga.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Dr. Ir. H. Akris Fattah Yunus, MM, dalam laporan resminya menyatakan bahwa kondisi jembatan darurat tidak lagi bisa dilalui kendaraan, bahkan pejalan kaki pun harus berhati-hati karena sebagian struktur sudah terbawa arus. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Meski tidak menimbulkan korban manusia, dampak banjir ini cukup signifikan. Dusun Linte kini terisolasi dan aktivitas ekonomi warga lumpuh. Distribusi bahan kebutuhan pokok seperti beras dan bahan bakar menjadi tersendat karena kendaraan logistik tidak dapat menyeberang. Sejumlah warga dilaporkan terpaksa berjalan kaki menempuh jarak beberapa kilometer untuk mendapatkan pasokan kebutuhan dasar.
Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan. Kami masih memantau kondisi di lapangan. Prioritas saat ini adalah memastikan jalur komunikasi dan distribusi bantuan tetap terbuka, ujar seorang petugas TRC melalui sambungan radio.
Dalam laporan yang sama, BPBD mengajukan permintaan bantuan untuk pembuatan jembatan darurat baru guna memulihkan konektivitas antardesa. Koordinasi juga tengah dilakukan dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah agar pembangunan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pemerintah Provinsi Sulteng berharap dukungan dari BNPB dan kementerian terkait untuk mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana. Selain itu, Dinas Sosial dan Dinas Pangan diminta menyiapkan langkah antisipatif jika akses logistik semakin sulit. Meskipun tidak ada pengungsi, situasi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan warga, kata Akris Fattah Yunus.
Hingga Minggu malam, situasi di Desa Takibangke dilaporkan masih belum pulih sepenuhnya. Akses menuju Dusun Linte tetap terputus, sementara cuaca di kawasan Ulubongka masih tidak menentu. Tim gabungan BPBD dan relawan terus bersiaga, memastikan agar kondisi darurat ini tidak berkembang menjadi krisis kemanusiaan di salah satu wilayah terpencil Sulawesi Tengah tersebut.
Dampak Banjir terhadap Warga
Warga Dusun Linte mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Distribusi beras dan bahan bakar terganggu akibat terputusnya jalur penghubung. Beberapa warga terpaksa berjalan kaki untuk mendapatkan pasokan kebutuhan dasar, meskipun jarak yang harus ditempuh cukup jauh.
Selain itu, aktivitas ekonomi warga juga terganggu. Pasar dan tempat usaha yang biasanya ramai kini sepi karena akses ke Dusun Linte terputus. Hal ini memengaruhi pendapatan masyarakat setempat, terutama para pedagang kecil dan petani.
Upaya Pemulihan Infrastruktur
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah mengajukan permintaan bantuan untuk membuat jembatan darurat baru. Permintaan ini disampaikan kepada pihak terkait agar pembangunan dapat segera dilakukan. Koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah sedang berlangsung untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar.
Pemerintah Provinsi Sulteng juga berharap dukungan dari BNPB dan kementerian terkait untuk mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas antardesa dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Kesiapan Tim Darurat
Tim gabungan BPBD dan relawan terus bersiaga di lokasi bencana. Mereka memantau kondisi di lapangan dan memastikan agar situasi darurat tidak berkembang menjadi krisis kemanusiaan. Jalur komunikasi dan distribusi bantuan tetap dipertahankan agar warga dapat mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Cuaca di kawasan Ulubongka masih tidak menentu, sehingga potensi banjir kembali terjadi tidak dapat diabaikan. Tim darurat terus mengawasi perkembangan cuaca dan siap merespons jika diperlukan.
Peran Masyarakat
Masyarakat setempat juga berperan penting dalam upaya pemulihan. Mereka membantu tim darurat dengan memberikan informasi tentang kondisi terkini dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Relawan dan organisasi lokal turut berpartisipasi dalam distribusi bantuan dan pembersihan area yang terdampak banjir.
Peran serta masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana alam. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tim darurat, dan masyarakat, harapan besar dapat diwujudkan untuk segera pulih dari dampak banjir yang terjadi di Desa Takibangke.
Komentar
Kirim Komentar