
Banjir di Jalan Trans Sulawesi Sebabkan Kemacetan Parah
Kemacetan arus lalu lintas terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Poros Makassar - Parepare, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel, pada malam hari Ahad atau Minggu (26/10/2025). Pemicunya adalah banjir yang terjadi di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi. Genangan air akibat banjir membuat kendaraan sulit melintas dari arah Makassar ke Parepare maupun sebaliknya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru memberikan himbauan kewaspadaan bagi pengguna jalan poros Barru-Pare. Mereka mengimbau agar seluruh pengguna jalan yang melintasi Jalan Poros Barru-Pare senantiasa berhati-hati. Saat ini, beberapa ruas jalan di sepanjang jalur tersebut tergenang air akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Barru.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama, masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak disarankan untuk menunda perjalanan sementara waktu hingga kondisi cuaca dan jalan kembali normal. Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan air di beberapa titik, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Imbauan tersebut disertai video yang menunjukkan kedalaman genangan mencapai lutut orang dewasa. Air juga mengalir deras sehingga kendaraan bermotor sulit melintas. Polres Barru bersama BPBD Barru sigap mengatasi banjir.
Tindakan Cepat dari Kapolres Barru
Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap (41) datang ke lokasi banjir mencari cara agar genangan lekas surut. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi disertai tidak adanya jalur pembuangan air ke laut. Polisi pun akhirnya menjebol trotoar dan separator agar air banjir langsung terbuang ke laut.
"Ada jalur air yang tersumbat sehingga kami membongkar jalur (trotoar/separator) agar air langsung (mengalir) ke laut," kata Ananda Fauzi dalam video reels di akun resminya di Instagram @ananda.f.harahap, Senin (27/10/2025) dini hari.
Ananda Fauzi juga membantah kabar beredar jika terjadi longsor di Barru dan membuat jalur Trans Sulawesi terputus. "Tidak benar ada longsor, tapi karena hujan deras, intensitas air tinggi, dan jalur air ada yang terhambat, sehingga terjadi genangan," kata mantan Kapolsek Panakkukang di Makassar, Sulsel itu.
"Informasi adanya jalur terputus itu tidak benar," katanya. Polisi juga merekayasa lalu lintas agar kemacetan panjang segera terurai. "Polisi lakukan rekayasa lalu lintas yang seharusnya satu jalur jadi dua jalur," ujar Ananda Fauzi yang ikut mengatur arus lalu lintas.
Mobil ambulans didahulukan melintas. Aksi Kapolres Barru pun diapresiasi Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari (50). Ina melalui akunnya di Instagram @inakartikasarii menulis komentar di video reels Ananda Fauzi.
"MasyaAllah, trimakasih de Kapolres," demikian ditulis Ina.
Prakiraan Cuaca Hingga Awal November
Berdasarkan data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Barru dan sekitarnya diperkirakan akan terus diguyur hujan dengan intensitas beragam hingga akhir bulan ini, bahkan hingga awal November.
Kondisi cuaca akan didominasi oleh hujan ringan dan berawan selama periode 27 Oktober hingga 1 November. Pusat Kabupaten Barru (Kecamatan Barru) diprediksi berawan pada 27 Oktober, diikuti hujan ringan dari 28 hingga 31 Oktober, dengan suhu berkisar 22-27 derajat celcius dan kelembaban mencapai 74-95 persen.
Kecamatan lain seperti Tanete Riala, Soppeng Riaja, Pujanting, dan Balusu juga diperkirakan menghadapi pola cuaca serupa, yakni dominasi Hujan Ringan dan Berawan selama periode tersebut. Tanete Rilau dan Mallusetasi bahkan berpotensi mengalami Hujan Sedang pada 28 Oktober, dengan kelembaban tinggi dan suhu maksimal mencapai 29 derajat celcius di Tanete Rilau.
Kondisi cuaca baru diperkirakan akan mulai cerah atau cerah berawan pada Sabtu, 1 November, di hampir seluruh kecamatan.
Komentar
Kirim Komentar