
Kondisi Atap Ruang Kelelas yang Mengkhawatirkan
Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Jatigreges, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, terjadi peristiwa atap ruang kelas 4 ambruk. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah yang sudah tua dan membutuhkan perbaikan segera.
Penyebab Ambruknya Atap
Menurut informasi yang diperoleh, struktur atap ruang kelas tersebut sudah rapuh akibat usia yang cukup lama. Bangunan sekolah ini dibangun pada tahun 1975, dan terakhir kali dilakukan rehabilitasi pada tahun 1997. Sejak saat itu, tidak ada tindakan lebih lanjut untuk merehabilitasi seluruh ruangan kelas.
Kepala SDN II Jatigreges, Pujianto, mengungkapkan bahwa sebagian besar atap ruangan kelas dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Ia juga telah memprediksi potensi keruntuhan atap tersebut, dan benar saja, pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, pukul 07.49 WIB, atap ruang kelas 4 ambruk.
Tindakan Sekolah
Pihak sekolah telah mengajukan proposal rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk sejak Juni 2025. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak dinas terkait.
Pujianto berharap agar Disdik segera melakukan pembangunan atap kelas 4 yang ambruk. Selain itu, ia juga menginginkan rehabilitasi pada atap kelas 5 dan 6 karena kondisinya juga sangat memprihatinkan. Bangunan kelas 5 dan 6 berderet dengan kelas 4, sehingga potensi keruntuhan bisa terjadi di seluruh area tersebut.
Langkah Keselamatan
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk mensterilisasi ruang kelas 4, 5, dan 6. Tiga ruang kelas tersebut sementara waktu harus bebas dari aktivitas siswa dan guru sebagai bentuk antisipasi serta demi keselamatan.
Kejadian Saat Atap Ambruk
Kejadian atap ambruk terjadi pada pagi hari ketika para siswa sedang melaksanakan kegiatan bersih-bersih area luar kelas. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Dalam peristiwa tersebut, dua siswa sempat menyadari tanda-tanda atap akan ambruk. Mereka mendengar suara seperti patahan rangka atap ketika berada di dalam kelas untuk mengambil perlengkapan. Setelah mendengar suara tersebut, keduanya langsung beranjak dari dalam kelas dan menuju ruang guru untuk melaporkan hal tersebut.
Para guru kemudian mengecek ruang kelas 4, dan tak lama setelah dicek, atap ambruk. Saat kejadian, jumlah siswa kelas 4 hanya enam orang, sehingga tidak ada risiko besar terhadap keselamatan siswa.
Harapan Sekolah
Pujianto berharap agar pihak dinas dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi bangunan sekolah. Ia berharap semua ruangan kelas yang dalam kondisi memprihatinkan segera direhabilitasi guna menjaga keamanan dan kenyamanan belajar siswa.
Sekolah ini merupakan salah satu tempat pendidikan yang penting bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Kirim Komentar