Analisis 3 Saham Top Gainer: KONI dan PUDP 'Tipis', BESS Ditanya BEI Jawab 'Tidak Tahu'

Analisis 3 Saham Top Gainer: KONI dan PUDP 'Tipis', BESS Ditanya BEI Jawab 'Tidak Tahu'

Advertisement

Analisis Pergerakan Harga Saham Top Gainers Pekan Ini

Dalam laporan pasar minggu ini, terdapat tiga saham yang mengalami kenaikan signifikan. Ketiganya adalah PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS). Meskipun naiknya saham-saham ini tidak dipengaruhi oleh aksi korporasi yang jelas, ada faktor-faktor unik yang menyebabkan lonjakan harga masing-masing saham.

KONI dan PUDP: Saham dengan Likuiditas Tipis

KONI dan PUDP memiliki karakteristik serupa. Lonjakan harga yang terjadi pada kedua saham ini didorong oleh jumlah saham yang beredar di publik yang sangat sedikit atau disebut "illikuid". Hal ini membuat pergerakan harga sangat rentan terhadap volume transaksi kecil.

Saham KONI: Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek hingga 30 September 2025, kepemilikan saham KONI sangat terkonsentrasi. Tujuh pemegang saham utama, termasuk pengendali, komisaris, dan direksi, menguasai sekitar 78,61% saham. Sementara itu, hanya 21,1% saham yang berada di tangan investor publik.

Saham PUDP: Kondisi PUDP lebih ekstrem. Dua pemegang saham utama, yaitu PT Istana Kuta Ratu Prestige dan Lenawati Pudjiadi, menguasai sekitar 67,31% saham. Sisanya, hanya 9,8% saham yang beredar di masyarakat. Karena likuiditas yang tipis, saham ini masuk dalam papan pemantauan khusus.

Saham dengan free float yang rendah cenderung sangat volatil. Bahkan transaksi dalam volume kecil bisa memengaruhi harga secara signifikan. Inilah yang menjelaskan lonjakan harga KONI sebesar +53,04% dan PUDP sebesar +46,51%.

BESS: Lonjakan Misterius yang Tidak Bisa Dijelaskan

Kasus saham BESS menarik perhatian karena lonjakannya mencapai +44,65%. Harga saham BESS melonjak dari Rp 1.075 menjadi Rp 1.555 dalam satu minggu. Kenaikan ini begitu besar sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi.

Dalam surat jawaban resmi perseroan (No. 507/BNM-PST/X/2025) tanggal 22 Oktober 2025, manajemen BESS memberikan jawaban yang mengejutkan. Perseroan menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material apa pun yang memengaruhi harga saham. Selain itu, mereka juga tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang.

Setelah dikonfirmasi kepada pemegang saham utama, ternyata tidak ada rencana terkait kepemilikan saham mereka. Dengan demikian, kenaikan harga BESS murni disebabkan oleh aktivitas pasar yang tidak dapat dijelaskan oleh fundamental atau berita dari perusahaan.

Kesimpulan

Pergerakan harga saham KONI, PUDP, dan BESS menunjukkan bahwa tidak semua kenaikan harga berasal dari aksi korporasi atau informasi fundamental. Faktor seperti likuiditas yang tipis atau aktivitas pasar yang tidak terduga bisa memengaruhi harga saham secara signifikan.

Namun, penting untuk diingat bahwa investasi saham memiliki risiko. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut dan mengambil keputusan investasi secara bijak.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar