
Peristiwa dan Kebijakan yang Mendapat Perhatian di Kancah Politik Nasional
Pada akhir pekan Oktober 2025, sejumlah peristiwa dan kebijakan di tingkat politik nasional menjadi perhatian publik. Berita terpopuler yang ramai dibahas mencakup berbagai topik seperti pembelian alat utama sistem persenjataan oleh Presiden Prabowo Subianto, dampak dari kebijakan umrah mandiri, hingga proses penyusunan teks pidato kepala negara.
Berikut adalah tiga pemberitaan terpopuler yang dirangkum dalam kanal Nasional:
Deretan Alutsista yang Dibeli oleh Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ini bahkan sudah dilakukannya sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2019 hingga 2024.
Laporan Harian Tempo edisi 23 Oktober 2025 menyebutkan bahwa Prabowo menjadikan pembelian alutsista sebagai bagian dari diplomasi tingkat tinggi. Indonesia kini memiliki kontrak aktif dengan beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, Korea Selatan, dan Belanda. Bahkan, jaringannya telah diperluas ke Turki dan Tiongkok.
Selama satu tahun pemerintahannya, Prabowo menggelontorkan anggaran yang sangat besar untuk pengadaan alutsista terbaru. Laboratorium Indonesia 2045 (Lab45) melaporkan bahwa setidaknya empat jenis alutsista telah dibeli oleh presiden.
Di antaranya adalah jet tempur J-10 dari Tiongkok senilai Rp 26,49 triliun, jet tempur KAAN dari Turki senilai Rp 19,86 triliun, kapal perang I Class dari Turki senilai Rp 18,21 triliun, serta kapal induk Garibaldi dari Italia dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,45 triliun.
Belanja alutsista Prabowo tidak berhenti di situ. Beberapa kontrak pengadaan telah ditandatangani. Alat-alat pertahanan untuk seluruh matra akan tiba dalam beberapa tahun mendatang. Misalnya, pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono mengatakan bahwa rencananya pada awal 2026, Indonesia akan menerima batch pertama tiga pesawat Rafale. "Rencananya antara Februari atau Maret (2026), kami akan menerima batch pertama tiga pesawat dulu," kata dia di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 13 September 2025.
Secara keseluruhan, Indonesia memborong pesawat Rafale sebanyak 42 unit, yang akan dikirim secara berkala. Tahap kedua kedatangan Rafale buatan Dassault Aviation Prancis ini diperkirakan pada April 2026.
DPR Minta Pengusaha Tidak Panik Akibat Penerapan Umrah Mandiri
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ashari Tambunan mengimbau pengusaha penyedia layanan haji dan umrah agar tidak bereaksi berlebihan terhadap pemberlakuan aturan umrah mandiri. Umrah mandiri kini dilegalkan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Menurut Ashari, kebijakan tersebut bertujuan untuk memberi kepastian hukum bagi semua pihak. Lantaran memperluas akses dan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin ke Tanah Suci dengan cara yang lebih mandiri. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, bahwa pelegalan umroh mandiri tidak bertujuan untuk mematikan usaha travel haji dan umroh.
Pengusaha jangan panik. Pasar umrah di Indonesia tetap membutuhkan layanan profesional, dari manasik, akomodasi, hingga pendampingan teknis. Bedanya, sekarang masyarakat punya pilihan yang lebih beragam, ujar Ashari dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Ahad, 26 Oktober 2025.
Ashari mengatakan seharusnya perubahan aturan disikapi dengan penyesuaian, bukan perlawanan. Ia mendorong pengusaha travel bertransformasi untuk tidak hanya menjual paket umrah, tapi juga meningkatkan nilai layanannya. Menurut dia, pengusaha travel yang tanggung adalah yang mampu berinovasi lewat penguatan standar mutu, menjamin keamanan jemaah serta transparan dalam pembiayaan. Umrah mandiri tidak berarti tanpa aturan, justru menuntut tanggung jawab yang lebih besar, ujar dia kemudian.
Mantan Bupati Deli Serdang itu lantas mendorong adanya reformasi umroh dimulai dari penataan bisnis yang jujur dan terukur.
Proses Penyusunan Pidato Presiden Prabowo oleh Dirgayuza Setiawan
Dirgayuza Setiawan menunjukkan foto hitam putih Presiden Prabowo Subianto mendiktekan naskah pidato di ruang kerja Dirgayuza Setiawan. Ia mengatakan, foto Prabowo bersama Dirgayuza dan Agung Gumilar itu diambil saat menyusun pidato untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, di salah satu sudut ruangan Istana Merdeka.
Dirgayuza adalah Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sedangkan Agung merupakan Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis. Meja ditempatkan bersebelahan di Kantor Presiden.
Di ruang kerja berukuran sekitar 5x4 meter itu, Dirgayuza menerima dua wartawan Tempo, Egi Adyatama dan Eka Yudha Saputra, 21 Oktober 2025. Dirgayuza mengatakan naskah pidato PBB merupakan isi kepala Presiden Prabowo sendiri. Gagasan pidato PBB semuanya dari Pak Prabowo. Saya hanya juru ketik dan editor, kata Dirgayuza. Penyusunan naskah pidato untuk PBB berlangsung setidaknya dua bulan.
Ia mengaku punya tugas utama menyusun naskah pidato secara kronologis dan menyunting redaksinya. Setiap mengedit, Dirgayuza tak pernah menetapkan draf final untuk pidato Prabowo karena selalu ada revisi. Ia hanya menandakan file naskah berdasarkan revisi terbaru dan mana saja yang ditambahkan.
Dirgayuza bercerita, selama penyusunan pidato, Prabowo selalu memberikan koreksi dan revisi setiap waktu. Bahkan, kata Dirgayuza, Prabowo sempat mengirimkan voice note WhatsApp tengah malam untuk disisipkan pada naskah pidato lewat ponsel asisten pribadinya.
Perkenalan Dirgayuza dengan Prabowo sudah terjalin sejak lama. Ayahnya, Boyke Setiawan, merupakan teman dekat Prabowo sekaligus orang yang merawat kesehatannya. Boyke Setiawan juga merupakan pendiri SMA Taruna Nusantara. Prabowo bahkan menjuluki Dirgayuza sebagai salah satu kesatria Jedi, murid Master Yoda dari film Star Wars karya George Lucas.
Komentar
Kirim Komentar