Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Fokus Perkuat Sistem Digital Perpajakan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Sebagai lulusan doktoral bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat, ia kini fokus pada perbaikan sistem digital perpajakan melalui peningkatan keamanan Coretax.
Coretax adalah sistem administrasi yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mengintegrasikan berbagai layanan utama perpajakan, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), hingga proses pembayaran, pemeriksaan, dan penagihan pajak. Dengan kompleksitasnya, risiko kebocoran data menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Untuk mencegah hal tersebut, Purbaya mengambil langkah tak biasa dengan merekrut hacker. Saat ini hanya satu orang yang resmi bergabung, namun ia membuka peluang untuk menambah jumlahnya di masa mendatang. Ini baru sedikit yang datang, baru satu yang bantu. Kalau kurang akan saya datangin beberapa, ujar Purbaya.
Ia juga menyampaikan bahwa para hacker ini memiliki kemampuan yang sangat baik. Mereka jago-jago, orang Indonesia semua, teman-teman harus sadar bahwa orang kita banyak yang jago betulan, tambahnya.
Pengalaman Merekrut Hacker di Masa Lalu
Langkah unik ini bukanlah pertama kalinya dilakukan oleh Purbaya. Ia pernah menceritakan pengalamannya ketika menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saat itu, dirinya percaya sistem keamanan LPS tidak mudah ditembus. Namun keyakinan itu sirna setelah sekelompok hacker berhasil menembus sistem LPS hanya dalam waktu lima menit.
Kejadian tersebut membuatnya kagum sekaligus sadar bahwa kemampuan para peretas Indonesia patut diapresiasi. Jadi suatu saat saya bilang LPS enggak bisa tembus, ada yang bilang tembus mas, coba kirim hacker-nya ke saya. Datang tuh 8 orang satu grup hacker terkenal, rangking 6 internasional, mereka biasa dipakai hack untuk tes Google. Bobol tuh punya LPS, lima menit bobol. Wih jago juga nih orang, ya udah lo gue sewa, kenang Purbaya.
Sejak saat itu, ia percaya bahwa merangkul hacker adalah cara efektif untuk memperkuat keamanan siber lembaga keuangan. Langkah ini terbukti membuat sistem LPS jauh lebih tangguh dari upaya peretasan. Kalau kita tidak bisa ngalahin, kita rangkul mereka. Mereka baik, merah putih semua, kita kasih ruang untuk bantu LPS sehingga LPS kuat banget. Sekarang enggak lama lagi mereka akan memperkuat di sini juga, ungkapnya.
Strategi Visioner di Tengah Ancaman Siber Global
Langkah Purbaya ini menjadi contoh nyata bahwa pendekatan inovatif bisa menjadi kunci menjaga keamanan digital negara, terutama di era ekonomi berbasis data seperti sekarang. Rekrutmen hacker oleh Menteri Keuangan Purbaya adalah strategi yang visioner di tengah ancaman siber global.
Di era digital, keamanan data menjadi pilar utama ekonomi modern. Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai berpikir adaptif terhadap dinamika dunia maya. Ketimbang memusuhi para peretas, Purbaya justru mengubah mereka menjadi mitra strategis.
Ini bukan sekadar inovasi, tapi simbol keberanian untuk keluar dari pola birokrasi konvensional. Pengalaman masa lalunya di LPS memberi pelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi dengan ahli keamanan siber. Jika langkah ini konsisten, Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan sistem digital fiskal teraman di kawasan.
Purbaya Tegur Ajudannya
Sosok ajudan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tiba-tiba muncul meminta wartawan mengakhiri wawancara doorstop. Peristiwa itu terjadi setelah Purbaya melakukan rapat dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Dalam momen itu, ajudan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar wartawan menyudahi pertanyaan di tengah proses doorstop dengan Menkeu. Ajudan pria berambut klimis tersebut awalnya berdiri di belakang Purbaya. Setelah Purbaya menjawab singkat terkait dengan pertanyaan wartawan yang bertanya perihal rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia yang merugikan negara, ajudan Menkeu langsung meminta wartawan mengakhiri wawancara.
Cukup ya teman-teman, kata ajudan Purbaya Yudhi Sadewa. Seketika, Purbaya meminta ajudannya untuk tidak menghalangi wartawan yang ingin bertanya kepadanya. Purbaya menegaskan kepada ajudannya para wartawan itu telah lama menunggu kehadirannya setelah rapat bersama Dirut Pertamina.
Belum, mereka nunggu lama, kasihan-kasihan. Lu ngapain nyuruh gue pulang, ucap Purbaya diiringi tawa. Sontak, teguran dari Purbaya itu membuat sang ajudan salah tingkah sembari tersenyum. Setelah itu, Purbaya melanjutkan sesi tanya jawab dengan para wartawan.
Momen Purbaya Yudhi Sadewa meminta ajudannya tidak menghalangi wartawan yang tengah mengajukan pertanyaan juga sempat terjadi saat dirinya hendak keluar dari gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (21/10/2025). Saat itu, awak media masih mencecar Purbaya sejumlah pertanyaan, meski telah melakukan doorstop. Akan tetapi, saat Purbaya ingin menjawab pertanyaan, salah satu ajudan berupaya untuk menjaga agar wartawan tak terlalu dekat.
[NAMA GAMBAR]
[NAMA GAMBAR]
Komentar
Kirim Komentar