Adira Finance Prediksi Pasar Alat Berat Masih Menjanjikan

Adira Finance Prediksi Pasar Alat Berat Masih Menjanjikan

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memiliki optimisme terhadap prospek pembiayaan alat berat hingga akhir 2025. Hal ini didasarkan pada keberlanjutan program Indonesia Food Estate dan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk rencana pembangunan pabrik alat berat di dalam negeri.

Advertisement

Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, menyampaikan bahwa inisiatif-inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan permintaan akan alat berat. Dengan demikian, hal ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap penyaluran pembiayaan di sektor alat berat.

Meskipun prospeknya cerah, Adira Finance juga mengakui adanya tantangan yang dapat memengaruhi kinerja pembiayaan alat berat. Salah satu faktor utamanya adalah fluktuasi harga komoditas seperti batubara dan kelapa sawit.

Untuk mengantisipasi hal ini, Adira Finance telah memperluas penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor lainnya, seperti forestry, plantation, construction, dan real estate. Peluasan ini diharapkan mampu menjaga kinerja segmen pembiayaan alat berat tetap stabil di tengah dinamika harga komoditas.

Dalam laporan terkini, pembiayaan alat berat Adira Finance tercatat sebesar Rp 2,74 triliun per September 2025. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan pada kinerja pembiayaan alat berat di paruh pertama tahun ini. Namun, Gani melihat adanya perbaikan di awal paruh kedua tahun ini, yang mencerminkan mulai adanya pemulihan permintaan alat berat.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) juga memproyeksikan bahwa pembiayaan alat berat multifinance masih memiliki potensi untuk tumbuh ke depannya. Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno, menyatakan bahwa selama masih ada pembangunan di Indonesia, kebutuhan alat berat tetap diperlukan. Alat berat menjadi bahan utama untuk perkebunan, kehutanan, hingga tambang. Selama masih ada konstruksi atau pembangunan, permintaan akan alat berat tetap ada.

Suwandi juga menilai bahwa pembangunan pabrik alat berat di Indonesia belum langsung berdampak terhadap pembiayaan alat berat. Hal ini karena pabrik masih dalam proses pembangunan dan efeknya tidak akan langsung dirasakan oleh industri multifinance.

"Namun, meski masih dalam proses pembangunan, dampaknya tidak akan langsung terasa. Masih butuh waktu," ujarnya.

Beberapa faktor yang mendukung prospek pembiayaan alat berat antara lain:

  • Program Indonesia Food Estate: Mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, yang membutuhkan alat berat.
  • Proyek Strategis Nasional (PSN): Melibatkan berbagai proyek infrastruktur yang memerlukan alat berat.
  • Pembangunan pabrik alat berat: Meskipun belum sepenuhnya beroperasi, proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap sektor alat berat.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Fluktuasi harga komoditas: Seperti batubara dan kelapa sawit, yang dapat memengaruhi permintaan alat berat.
  • Ketidakpastian ekonomi: Yang dapat memengaruhi investasi dan pengeluaran perusahaan.

Adira Finance dan APPI sama-sama yakin bahwa sektor alat berat akan tetap memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan adaptasi terhadap dinamika pasar, pembiayaan alat berat diharapkan tetap tumbuh secara bertahap.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar