7 Tips Beli Mobil Listrik Bekas, Cek Baterai!

7 Tips Beli Mobil Listrik Bekas, Cek Baterai!

Tips Memilih Mobil Listrik Bekas yang Aman dan Terjangkau

Mobil listrik semakin diminati masyarakat Indonesia karena biaya operasional yang lebih hemat, teknologi canggih, serta citra ramah lingkungan. Namun, harga mobil baru masih terbilang tinggi, sehingga banyak orang mempertimbangkan mobil listrik bekas sebagai pilihan. Meski demikian, membeli mobil bekas butuh kehati-hatian agar tidak terkecoh. Berikut beberapa tips penting yang bisa kamu ikuti.

Advertisement

1. Periksa Kondisi Baterai Secara Menyeluruh

Baterai merupakan komponen utama mobil listrik dan juga yang paling mahal. Jika baterai rusak atau mengalami degradasi, biaya perbaikan bisa sangat besar. Pastikan untuk memeriksa kapasitas baterai secara menyeluruh. Kamu bisa meminta data dari pemilik sebelumnya atau bengkel resmi. Idealnya, kapasitas baterai tidak turun lebih dari 20% dari kondisi baru. Gunakan alat diagnostik atau scanner OBD untuk mengetahui kondisi sel baterai secara akurat.

Jangan lupa memeriksa sistem pendingin baterai. Jika sistem ini bermasalah, baterai bisa cepat panas dan mengalami kerusakan lebih cepat. Dengan memperhatikan hal ini, kamu dapat menilai apakah mobil tersebut masih dalam kondisi prima atau justru menyimpan risiko besar.

2. Cek Riwayat Servis dan Pemakaian

Riwayat servis dan pemakaian menjadi indikator penting untuk mengetahui bagaimana mobil dirawat sebelumnya. Catatan servis yang rapi menunjukkan bahwa mobil dirawat dengan baik. Mintalah buku servis atau catatan perawatan rutin, lalu periksa apakah mobil diservis di bengkel resmi atau tempat yang memahami mobil listrik.

Tanyakan juga kebiasaan pengisian daya mobil tersebut. Mobil yang sering diisi dengan fast charging tanpa manajemen baterai yang benar cenderung lebih cepat mengalami degradasi. Dengan mengetahui riwayatnya, kamu bisa memperkirakan berapa lama mobil itu masih dapat beroperasi optimal sebelum membutuhkan perawatan besar.

3. Pastikan Garansi Masih Berlaku

Garansi menjadi jaring pengaman saat terjadi hal-hal tak terduga. Banyak produsen mobil listrik memberikan garansi panjang pada baterai, bahkan hingga 8 tahun atau 160.000 km. Pastikan garansi tersebut masih aktif dan dapat dialihkan ke pemilik baru. Jika masa garansi sudah habis, kamu perlu memperhitungkan kemungkinan biaya perbaikan di masa depan.

4. Lakukan Test Drive Secara Menyeluruh

Setelah memastikan kondisi baterai, riwayat servis, dan garansi, kini saatnya kamu benar-benar merasakan performa mobil. Test drive bukan sekadar formalitas, karena inilah momen untuk menilai mobil secara langsung. Cobalah berkendara dalam berbagai kondisi, mulai dari jalan tanjakan, jalanan padat, hingga kecepatan tinggi. Rasakan respons akselerasi dan sistem pengeremannya. Perhatikan juga fitur regenerative braking yang menjadi ciri khas mobil listrik. Jika ada suara aneh, getaran tidak wajar, atau lampu peringatan menyala di dashboard, itu bisa menjadi tanda adanya masalah.

5. Periksa Infrastruktur Pengisian Daya dan Daya Listrik Rumah

Memiliki mobil listrik berarti kamu harus siap dengan fasilitas pengisian daya di rumah atau di luar rumah. Sebelum membeli, pastikan punya akses ke SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau fasilitas pengisian di rumah. Periksa juga apakah tipe port charger mobil cocok dengan infrastruktur di sekitarmu. Jika ingin mengisi daya di rumah, cek kapasitas listrik yang tersedia. Beberapa mobil membutuhkan daya besar agar proses pengisian tidak terlalu lama.

6. Pastikan Dokumen Lengkap dan Legal

Kelengkapan dokumen menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Pastikan kamu memiliki STNK, BPKB, faktur pembelian, serta kesesuaian nomor rangka dan motor listrik. Pastikan tidak ada tunggakan pajak dan kendaraan berada dalam status legal yang jelas. Proses administrasi yang bersih akan memudahkanmu dalam balik nama dan menghindarkan dari potensi masalah hukum di kemudian hari. Jangan tergiur harga murah jika dokumen tidak lengkap, karena masalah administrasi sering kali jauh lebih rumit daripada perbaikan teknis.

7. Bandingkan Harga dan Nilai Sisa

Langkah terakhir, jangan terburu-buru membeli. Luangkan waktu untuk membandingkan harga beberapa unit dengan model dan tahun produksi yang sama. Perhatikan kondisi baterai, garansi, fitur, dan kelengkapan dokumen saat kamu menawar harga. Jika kapasitas baterai sudah berkurang atau garansi hampir habis, kamu bisa menggunakannya sebagai bahan negosiasi. Dengan riset pasar yang matang, kamu akan lebih mudah mendapatkan mobil listrik bekas dengan harga yang realistis dan kondisi yang baik.

FAQ Seputar Tips Membeli Mobil Listrik Bekas

Apa hal pertama yang perlu diperhatikan saat membeli mobil listrik bekas?
Hal pertama adalah kondisi baterai. Pastikan kapasitas dan kesehatannya masih baik karena baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik.

Bagaimana cara memeriksa kondisi baterai mobil listrik bekas?
Kamu bisa meminta laporan State of Health (SoH) baterai dari dealer atau melakukan pengecekan di bengkel resmi. SoH di atas 80 persen biasanya masih tergolong bagus.

Apakah penting memeriksa riwayat servis mobil listrik bekas?
Sangat penting. Riwayat servis menunjukkan apakah mobil dirawat sesuai standar pabrikan, termasuk perawatan sistem kelistrikan dan software.

Apakah mobil listrik bekas masih bergaransi?
Beberapa unit masih memiliki garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, tergantung merek dan kebijakan dealer. Pastikan untuk menanyakan sisa masa garansinya.

Bagaimana memastikan mobil listrik bekas masih efisien?
Periksa jarak tempuh per pengisian (range). Jika berkurang drastis dari klaim pabrikan, itu bisa jadi tanda degradasi baterai.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar