
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.
Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 akan dirayakan pada hari Rabu, tanggal 1 Oktober mendatang. Peringatan ini memiliki makna penting dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang menjadi dasar negara Indonesia. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema ini mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia di tengah keragaman.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila biasanya dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, seperti upacara bendera. Dalam acara tersebut, pembina upacara sering kali menyampaikan pidato yang penuh makna. Pidato ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran dan semangat para peserta upacara untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Berikut beberapa contoh teks pidato yang bisa digunakan sebagai referensi:
1. Pidato Singkat tentang Pentingnya Pancasila
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.
Pada hari ini, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa Pancasila adalah dasar negara yang mampu menjaga keutuhan Indonesia sejak dulu hingga kini.
Pancasila bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar, kita dapat mengamalkan nilai Pancasila dengan rajin belajar, menghormati guru, serta menjalin persahabatan tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau latar belakang.
Melalui Pancasila, kita belajar arti pentingnya persatuan dan gotong royong. Kita juga diingatkan bahwa bangsa yang besar bukan hanya karena luas wilayahnya, melainkan juga karena warganya mampu menjaga kebersamaan.
Mari kita jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sebagai momen untuk memperkuat tekad kita dalam meraih cita-cita. Dengan semangat belajar, disiplin, dan persatuan, kita sebagai generasi muda siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.
2. Pidato tentang Ideologi Pancasila
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua. Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya hormati,
Hari ini kita berkumpul dalam suasana khidmat untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Setiap tanggal 1 Oktober, kita diingatkan kembali akan kekuatan dan kesaktian ideologi bangsa, Pancasila. Sebuah ideologi yang berhasil menyatukan bangsa kita dari berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Peristiwa G30S menjadi saksi bahwa bangsa ini pernah diuji dengan upaya penggantian ideologi. Namun berkat kekompakan dan semangat kebangsaan, Pancasila tetap berdiri kokoh sebagai dasar negara. Ini bukan sekadar kemenangan politik, tapi juga kemenangan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Kita tidak boleh lengah. Ancaman terhadap persatuan dan ideologi bangsa masih bisa muncul, dalam bentuk yang lebih halus, polarisasi, intoleransi, penyebaran hoaks, dan disinformasi. Oleh karena itu, kita semua, terutama generasi muda, harus memperkuat literasi kebangsaan dan kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila bukan sekadar slogan atau simbol di dinding kelas dan kantor. Ia harus hidup dalam tindakan: dalam cara kita bertoleransi, saling menghargai, bekerja sama, dan menjunjung keadilan.
Marilah kita terus memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan semangat untuk memperkuat keindonesiaan kita. Karena hanya dengan bersatu dan menjunjung tinggi Pancasila, kita bisa menggapai cita-cita Indonesia Emas.
3. Pidato tentang Menerapkan Nilai Pancasila
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua.
Hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema ini mengingatkan kita bahwa Pancasila adalah dasar sekaligus pedoman hidup yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai aparatur negara, kita harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tugas sehari-hari. Pancasila menuntun kita untuk selalu menjunjung tinggi keadilan, persatuan, dan semangat gotong royong. Dalam melayani masyarakat, kita harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Dengan begitu, aparatur negara dapat benar-benar menjadi penggerak kemajuan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai ujian. Oleh karena itu, mari kita rawat ideologi ini dengan kinerja yang baik, profesional, dan penuh tanggung jawab. Aparatur negara harus menjadi pilar yang kokoh dalam menjaga persatuan bangsa.
Semoga peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bekerja dengan hati, penuh dedikasi, dan selalu berlandaskan Pancasila. Dengan begitu, Indonesia akan semakin maju dan siap menyongsong masa depan yang gemilang.
4. Pidato tentang Pancasila sebagai Fondasi Bangsa
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.
Pada hari yang penuh makna ini, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2025 dengan tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Pancasila adalah fondasi yang memandu seluruh elemen bangsa, termasuk kita sebagai aparatur negara, dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Peringatan ini mengingatkan kita bahwa tantangan bangsa akan selalu ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, selama kita berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, kita akan mampu mengatasi semua persoalan dengan semangat persatuan dan keadilan.
Sebagai aparatur negara, kita dituntut untuk bekerja dengan jujur, adil, dan profesional. Nilai Pancasila harus hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat, agar kita tidak hanya menjadi pelaksana administrasi, tetapi juga pelayan publik yang amanah.
Melalui momentum ini, mari kita bersama-sama menguatkan komitmen untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, Indonesia akan semakin kokoh dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia.
Komentar
Kirim Komentar