
Pendaki Nekat Naik ke Gunung Gede Pangrango Saat Penutupan
Sebanyak 36 pendaki nekat melakukan pendakian ke Gunung Gede Pangrango meskipun jalur pendakian sedang dalam masa penutupan. Kejadian ini terjadi pada periode Oktober 2025, yang menjadi masa penutupan sementara untuk taman nasional tersebut.
Pejabat Humas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, mengonfirmasi adanya kejadian ini. Ia menyampaikan bahwa para pendaki tersebut naik dari kawasan Gunung Putri dan berasal dari wilayah Jabodetabek. Menurutnya, mereka melanggar aturan yang berlaku selama masa penutupan.
Naik pada periode penutupan Oktober (2025) ini dari kawasan Gunung Putri, 36 orang asal Jabodetabek, ujar Agus Deni saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (26/10/2025).
Sanksi yang Diberikan kepada Pendaki
Para pendaki yang nekat tersebut kemudian dikenakan sanksi berupa pembayaran lima kali harga tiket. Selain itu, mereka juga menerima sanksi sosial berupa video permohonan maaf yang diunggah di media sosial. Video ini juga dipublikasikan di akun Instagram resmi TNGGP pada 24 Oktober 2025.
Sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi pendaki yang tidak mematuhi peraturan. Selain itu, langkah ini juga sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kelestarian alam.
Alasan Penutupan Jalur Pendakian
Gunung Gede Pangrango ditutup sejak 13 Oktober 2025. Penutupan ini dilakukan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini berlaku untuk semua jalur pendakian yang ada di kawasan TNGGP.
Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Arief Mahmud, penutupan jalur pendakian dilakukan karena adanya aksi bersih-bersih sampah, evaluasi, serta perbaikan tata kelola kegiatan pendakian.
Kami sebagai pengelola pendakian melaksanakan penutupan sementara kegiatan pendakian di seluruh pintu masuk, mulai dari Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana, mulai tanggal 13 Oktober sampai seluruh aksi bersih-bersih, evaluasi, dan perbaikan tata kelola tuntas dilakukan, jelas Arief Mahmud.
Langkah Penting untuk Pelestarian Alam
Penutupan jalur pendakian ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem Gunung Gede Pangrango. Dengan adanya penutupan, pihak pengelola dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengelolaan yang ada.
Selain itu, aksi bersih-bersih sampah juga bertujuan untuk membersihkan area kritis yang seringkali tercemar oleh sampah yang dibawa oleh para pendaki. Hal ini sangat penting untuk menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan sekitar gunung.
Kesimpulan
Kejadian 36 pendaki nekat yang tetap melakukan pendakian meskipun jalur sedang ditutup menunjukkan perlunya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan yang ada. Penutupan sementara yang dilakukan oleh TNGGP bukan hanya untuk kepentingan pengelolaan, tetapi juga untuk menjaga kelestarian alam dan kenyamanan para pengunjung di masa mendatang.
Dengan adanya sanksi yang diberikan, diharapkan dapat menjadi contoh bagi pendaki lainnya untuk lebih bijak dan taat terhadap aturan yang berlaku.
Komentar
Kirim Komentar