3.400 Relawan MBG Brebes Miliki Sertifikat Penjamah Makanan

3.400 Relawan MBG Brebes Miliki Sertifikat Penjamah Makanan

Advertisement

Pelatihan Sertifikasi untuk Relawan Penjamah Makanan di Kabupaten Brebes

Sebanyak 3.400 relawan penjamah makanan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah mengikuti pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda). Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat utama dalam mendapatkan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makan bergizi gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Brebes, Arya Dewa Nugroho, menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari 3.000 relawan sudah memiliki sertifikat penjamah makanan sebagai langkah percepatan menuju SLHS. Dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penjamah makanan di Hotel Premier, Kota Tegal, Minggu (26/10/2025), sebanyak 400 relawan turut serta dalam pelatihan tersebut.

Harapan kami adalah ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di SPPG, sehingga tidak ada lagi kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan, ujar Arya setelah acara berlangsung.

Dukungan untuk Keamanan dan Kualitas Gizi

Arya menambahkan bahwa sebelumnya sudah ada 2.600 relawan yang memperoleh sertifikat penjamah makanan. Dalam dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (25-26/10/2025), sebanyak 800 relawan dari 16 SPPG mengikuti pelatihan. Jadi totalnya sudah mencapai 3.400 sekian, jelasnya.

Tujuan dari bimtek ini adalah untuk memperkuat kapasitas para penjamah pangan agar mampu menerapkan praktik pengolahan makanan yang aman, bersih, dan bergizi. Hal ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Keamanan adalah kewajiban. Namun tujuan utama BGN seyogyanya adalah meningkatkan status gizi penerima manfaat. Tidak ada lagi stunting, gizi buruk atau gizi kurang di Brebes, tegas Arya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena hingga kini Kabupaten Brebes belum pernah mengalami KLB keracunan makanan. Ia berharap kondisi ini terus terjaga berkat sinergi antara BGN, Dinas Kesehatan, dan Satgas MBG.

Daerah dengan Target MBG Tertinggi

Saat ini, di Kabupaten Brebes terdapat 53 SPPG yang sudah beroperasi, dan jumlahnya akan terus bertambah hingga mencapai target 172 SPPG. Yang sudah beroperasi 53, tapi yang sudah berkomitmen dengan kita lebih dari 80 SPPG dari target 172. Bulan Oktober ini fokus ke percepatan SLHS dulu, baru kemudian mulai running penuh, jelas Arya.

Brebes tercatat sebagai daerah dengan target penerima manfaat MBG tertinggi di Jawa Tengah, yaitu lebih dari 500 ribu sasaran yang meliputi anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

Materi Pelatihan yang Disampaikan

Programmer Tempat Pengelolaan Pangan Dinas Kesehatan Daerah Brebes, Dhian Irawati, menjelaskan bahwa dalam pelatihan ini terdapat enam materi utama, antara lain:

  • Kebijakan pangan olahan siap saji
  • Pemeliharaan alat
  • Pengendalian cemaran biologis, fisik, dan kimia
  • Higiene perorangan
  • Pembersihan alat dan sarana dapur

Kami sudah berkomitmen, pelatihan ini bukan sekadar teori. Yang penting adalah implementasi di lapangan, agar keamanan pangan dan higiene sanitasi benar-benar diterapkan di setiap dapur SPPG, ujar Dhian.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas akan melakukan pengawasan berkala ke setiap dapur SPPG untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga dan tidak terjadi KLB di wilayah Brebes.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar