
Peran Masyarakat dalam Konservasi Sumber Daya Alam
Masyarakat memiliki peran penting dalam upaya konservasi sumber daya alam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara, Prihanto, saat ditemui aiotrade, Minggu (26/10/2025). Ia menekankan bahwa setiap individu dapat berkontribusi dalam menjaga dan melindungi lingkungan mulai dari hal-hal kecil.
- Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai.
- Langkah kedua yaitu menghindari penebangan pohon secara ilegal atau sembarangan.
- Langkah ketiga adalah tidak melakukan perburuan, penyiksaan, atau penghilangan nyawa terhadap satwa liar di hutan.
"Biarkanlah alam yang akan menyeleksi, kalau kita jaga alam maka alam akan menjaga kita," ujar Prihanto.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, BKSDA Sultra rutin melakukan kampanye konservasi keanekaragaman hayati. Salah satu inisiatif terbaru adalah edukasi kepada pengunjung destinasi wisata Air Terjun Moramo di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Air Terjun Moramo merupakan bagian dari Kawasan Suaka Alam Suaka Margasatwa Tanjung Peropa. Luas kawasan ini mencapai 38.937 hektare, yang menjadi rumah bagi berbagai satwa dan flora langka seperti anoa, burung rangkong, serta kayu-kayu langka lainnya.
Melalui aksi kampanye tersebut, Prihanto berharap masyarakat lebih sadar akan manfaat yang diberikan alam kepada seluruh makhluk hidup. Ia juga menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan pembalakan liar serta perburuan satwa dapat dikenakan sanksi pidana.
Sanksi tersebut tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Setiap tindakan kecil yang dilakukan oleh individu dapat berdampak besar pada kelestarian alam. Dengan mengurangi sampah plastik, melindungi hutan, dan menjaga keanekaragaman hayati, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam konservasi.
- Mengurangi penggunaan plastik dan memilah sampah menjadi langkah awal yang efektif.
- Menjaga hutan dari penebangan ilegal membantu menjaga habitat satwa liar.
- Menghindari perburuan ilegal menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain itu, BKSDA Sultra juga aktif dalam memberikan edukasi melalui berbagai program dan kegiatan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan alam dan konsekuensi dari tindakan merusak lingkungan.
Dalam konteks yang lebih luas, konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga lingkungan, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga negara. Dengan kolaborasi antara pihak terkait dan masyarakat, upaya konservasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemahaman akan UU Nomor 32 Tahun 2024 juga menjadi penting agar masyarakat mengetahui batasan-batasan dalam menjaga lingkungan. Sanksi yang diberikan tidak hanya sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai peringatan bahwa perlindungan alam adalah tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, setiap individu harus sadar bahwa kehidupan mereka tergantung pada kelestarian alam. Melalui tindakan kecil yang konsisten, masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat.
Komentar
Kirim Komentar