
Program Revitalisasi Pendidikan untuk 27 SMP di Kabupaten Ciamis
Sebanyak 27 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Ciamis menerima bantuan dalam rangka program revitalisasi pendidikan tahun 2025. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui rehabilitasi dan pembangunan fasilitas yang lebih baik di setiap sekolah.
Menurut Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, program ini menjadi salah satu prioritas utama yang dicanangkan oleh pemerintah. Ia menyebutkan bahwa 27 SMP di wilayah tersebut akan mendapatkan bantuan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Aris menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan akan dilakukan dalam dua tahap. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp 33 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), yang merupakan sumber dana utama dalam pelaksanaan program ini.
Tujuan utama dari program revitalisasi pendidikan adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Hal ini dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah yang terlibat dalam program ini. Dengan demikian, siswa dapat belajar dalam kondisi yang lebih optimal, sehingga berdampak positif pada hasil belajar dan pengembangan potensi mereka.
Pengerjaan proyek ini dilakukan dengan metode swakekola. Artinya, pihak sekolah sebagai penerima bantuan memiliki peran aktif dalam proses pembangunan. Mereka membentuk panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) yang terdiri dari unsur-unsur seperti guru, staf sekolah, komite sekolah, serta masyarakat sekitar yang memiliki kompetensi di bidangnya.
- Proses pembentukan P2SP bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek.
- Partisipasi masyarakat sangat penting karena mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan kondisi sekolah.
- Komite sekolah juga berperan dalam pengawasan dan evaluasi pelaksanaan proyek agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Dengan adanya program ini, diharapkan tidak hanya fasilitas fisik yang ditingkatkan, tetapi juga kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan. Sekolah-sekolah yang terlibat akan menjadi contoh dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat daerah.
Komentar
Kirim Komentar